Bank Jago Catat 3,6 Juta Nasabah Terintegrasi di Platform Investasi

Smallest Font
Largest Font

Bank Jago bersama Bibit dan Stockbit mencatat 3,6 juta nasabah yang terintegrasi dalam platform investasi hingga Juli 2026, dilansir dari Detik Finance.

Jumlah pengguna rekening dana nasabah (RDN) Bank Jago yang terhubung dengan Bibit dan Stockbit mencapai hampir 2 juta nasabah.

Head of Wealth Management Bank Jago, Nyoman Sukmawati, mengatakan integrasi dilakukan secara menyeluruh dan end-to-end untuk memudahkan nasabah dalam proses onboarding antara aplikasi Bibit dan Jago.

"Kita benar-benar membuat integrasinya sangat menyeluruh, end-to-end. Membuat lebih simple dan lebih mudah buat nasabah dimulai dengan onboarding-nya. Jadi, onboarding dalam hal ini bagaimana nasabah Bibit dengan mudah memiliki aplikasi Jago dan sebaliknya," ujar Nyoman.

Nyoman memaparkan portofolio investasi nasabah yang dikelola melalui Bibit dan Stockbit terdiri dari saham 48,4%, reksa dana 38,6%, dan obligasi 13%.

"Kalau dilihat dari frekuensi transaksi, memang bisa dibilang 88% itu saham, disusul reksa dana 11,9% dan sisanya obligasi. Dengan perkembangan ini, kita juga sangat optimistis melihat pertumbuhannya. Semakin banyak nanti nasabah yang juga akan mulai mencoba melihat diversifikasi investasinya ke produk seperti ini," kata Nyoman.

Bank Jago juga berencana mengembangkan fitur investasi emas digital dengan proses kajian dan persetujuan regulator yang ketat.

"Kami sedang dalam penjajakan (tabungan emas). Kami sebagai bank tentunya juga menerapkan proses kehati-hatian dalam kajian, dalam assessment kami. Jadi, nanti begitu proses itu semua sudah dirasa cukup matang, sudah juga mendapatkan persetujuan dari pihak regulator dalam hal produk baru, tentunya akan segera kami rilis," ungkap Nyoman.

Head of PR & Corporate Communication Bibit & Stockbit, William, menyatakan platform mereka telah memiliki lebih dari 10 juta pengguna, dengan hampir 90% berasal dari generasi milenial dan Z.

"Jadi, tentu multifaktor. Kami menyadari bahwa layanan investasi yang aman, mudah, simple, seamless itu juga ditopang oleh keadaan perekonomian. Ketika misalnya banyak IPO-nya, atau ekonomi sedang baik-baiknya, tentu dilihat di pasar modal akan lebih kelihatan dibandingkan kalau (ekonomi) lagi lesu," ujar William.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow