BPS Laporkan 148 Juta Penduduk Bekerja, Sepertiga Bekerja Tidak Penuh
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia mencapai 148,19 juta orang per Mei 2026, dengan sepertiganya bekerja tidak penuh. Data ini diungkap dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta.
Dari total pekerja, sebanyak 98,98 juta orang atau sekitar 66,80% bekerja penuh waktu dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu. Jumlah pekerja penuh mengalami peningkatan 391.000 orang dibandingkan Februari 2026, menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud.
"Persentase pekerja yang bekerja penuh atau sama dengan atau lebih dari 35 jam per minggu sebesar 66,80% atau sekitar 98,98 juta orang. Proporsi pekerja penuh ini terus mengalami peningkatan sekitar 0,03% dari 66,77% di bulan Februari 2026," ujar Edy.
Sementara itu, sebanyak 49,21 juta orang atau 33,20% pekerja masuk kategori bekerja tidak penuh, yang terdiri dari pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran.
Jumlah pekerja paruh waktu mencapai 38,41 juta orang, bertambah 72.000 orang dari data sebelumnya. Sedangkan setengah pengangguran berjumlah 10,79 juta orang, naik 59.000 orang dibandingkan Februari 2026.
Perbedaan utama antara pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran terletak pada pencarian pekerjaan tambahan. Pekerja paruh waktu tidak mencari pekerjaan lain, sedangkan setengah pengangguran masih aktif mencari pekerjaan.
"Di antara pekerja yang tidak penuh, tingkat setengah penganggurannya yaitu pekerja dengan jam kerja di bawah 30 jam seminggu dan masih mencari pekerjaan mengalami kenaikan menjadi 7,28% dari sebelumnya sebesar 7,27% pada bulan Februari 2026," kata Edy.
Selain itu, jumlah pengangguran yang belum terserap pasar kerja mencapai 7,22 juta orang, turun sekitar 24.000 orang dari bulan sebelumnya.
Data ini dilansir dari Detik Finance.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow