BRIN Sebut Gas Alam Terkompresi Lebih Awet 1,5 Kali dari LPG
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan penggunaan gas alam terkompresi (CNG) bisa bertahan 1,5 kali lebih lama dibanding gas minyak cair (LPG) biasa, yang dapat mendukung ketahanan energi rumah tangga secara efisien, Kamis (6/8/2026), dilansir dari Bloombergtechnoz.
Peneliti BRIN, Joddy Arya, menjelaskan satu tabung LPG biasanya habis dalam seminggu, sedangkan tabung CNG mampu menopang kebutuhan dapur hingga 10-15 hari. "Volumenya [CNG] juga lebih banyak 1,5 kalinya. Kalau masyarakat menggunakan ini, misalkan sekali seminggu LPG, CNG bisa 10-15 hari," ujarnya di Istana Merdeka.
Joddy menambahkan, tabung CNG yang berbahan komposit dirancang agar kompatibel dengan kompor gas dan selang yang sudah digunakan masyarakat. "Kalau ini jadi, ekosistemnya tidak berubah, menggunakan kompor LPG biasa dan selang biasa sudah bisa," katanya.
Inovasi tabung komposit ini diharapkan bisa menjadi terobosan baru dalam mendukung ketahanan energi nasional serta memberikan pilihan bahan bakar rumah tangga yang lebih hemat dan ramah pengguna.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan proyek tabung CNG Merah Putih berukuran 3 kilogram kini memasuki tahap pengujian uji tembak yang dilakukan di China dan Indonesia. "Tinggal uji tembak saja yang belum, dengan pembakaran 850 derajat Celcius," ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (3/8/2026).
Uji tembak di Indonesia akan segera dilakukan di Balai Besar Lembaga Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Bahlil berharap pada Agustus pemerintah dapat memperkenalkan tabung CNG 3 kg kepada masyarakat. "Doakan saja, yang terbaik untuk Ibu Pertiwi tercinta," katanya.
Bahlil juga menyebut proyek ini akan dikerjakan bersama PT Pindad (Persero), BUMN pertahanan, meski pengujian masih berlangsung di China. "Kita akan kerja sama dengan Pindad, tetapi masih cek dahulu di sana. Kalau selesai, baru tindakan lebih lanjut," ujarnya usai menghadiri Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebut uji coba penggunaan tabung CNG 3 kg akan dilakukan di kota-kota besar, salah satunya Jawa Barat. "Uji cobanya di kota-kota besar dahulu, mungkin Jawa Barat," ujarnya di acara GHES 2026.
Laode menjelaskan sampel tabung harus melewati pengujian ketat di Lemigas sebelum didistribusikan luas. Kementerian menargetkan pembuatan sampel selesai akhir Juli 2026 agar bisa segera diuji kelayakannya dan disosialisasikan kepada masyarakat. "Insyaallah akhir Juli ini sampel selesai dan akan dikirim ke Lemigas untuk diuji," tambahnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow