China Tegaskan Lindungi Hubungan Ekonomi dengan Iran di Tengah Sanksi AS

Smallest Font
Largest Font

China menegaskan bahwa hubungannya dengan Iran tidak boleh diganggu, sebagai respons atas sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap beberapa entitas China terkait keterlibatan dengan Teheran, seperti dikutip dari Bloombergtechnoz. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan bahwa Beijing akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya di tengah tekanan ekonomi AS terhadap Iran. Ketegangan ini muncul saat pemerintah AS mengincar sebuah lembaga keuangan utama di China yang diduga terkait dengan pendanaan Iran, sebagai bagian dari strategi menekan Republik Islam tersebut agar mau melakukan kesepakatan.

China selama ini menjadi penopang utama ekonomi Iran dengan menjadi pembeli minyak terbesar negara itu. Kondisi ini memberikan Xi Jinping posisi tawar yang lebih kuat menjelang KTT antar-pemimpin dunia bulan depan.

Jesse Marks, pendiri Rihla Research & Advisory, menyatakan, "China ingin konflik ini terkendali, tetapi mereka tidak punya banyak alasan untuk membantu AS mengakhirinya tanpa menerima balasan yang sepadan." Fokus AS pada Iran juga memungkinkan China memperkuat klaimnya di Laut China Selatan dan sekitar Taiwan, sementara pengaruh militer AS di kawasan sedikit berkurang karena pengalihan sumber daya ke Timur Tengah.

China dapat memilih untuk mengurangi pembelian minyak Iran atau menahan pendapatan transaksi tersebut di bank-bank domestik guna menyeimbangkan hubungan dengan Washington, menurut Mark. Selain itu, Beijing juga berpeluang memperketat pengawasan terhadap komponen teknologi yang dapat dipakai dalam program persenjataan Iran menjelang pertemuan puncak pemimpin kedua negara.

Meski begitu, mengabaikan tekanan AS sepenuhnya berisiko memicu reaksi keras dari Washington, khususnya menjelang pertemuan pada 24 September yang bertujuan menjaga gencatan senjata perdagangan kedua negara. China telah mengurangi pembelian minyak mentah Iran yang didiskon karena blokade angkatan laut AS yang menyempitkan pasokan, sebagai langkah mitigasi ketegangan. Selain isu Iran, hubungan bilateral juga dibayangi oleh masalah Taiwan, yang menjadi garis merah bagi Beijing. China menuntut agar AS menghentikan penjualan senjata ke Taiwan yang dianggapnya sebagai bagian wilayahnya.

Diplomasi menjadi salah satu strategi Xi untuk memperlihatkan kontribusi dalam menyelesaikan konflik tersebut, dengan menggelar pembicaraan dengan negara-negara Arab dan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi negara-negara Arab tahun ini.

Organisasi Kerja Sama Shanghai yang akan diselenggarakan di Kirgizstan juga memberikan peluang bagi Xi bertemu perwakilan Iran secara langsung. Menurut Derek Scissors dari American Enterprise Institute, kegagalan AS mengambil tindakan tegas selama ini memberi kesan bahwa Washington kewalahan menghadapi berbagai masalah domestik dan geopolitik, sehingga Beijing belum merasa perlu bergerak lebih dulu.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow