Donald Trump Tandatangani Perintah Kurangi Vaksinasi Anak di AS

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah yang mengurangi jumlah total vaksinasi yang diberikan kepada anak-anak, termasuk memisahkan vaksin campak, gondongan, dan rubella (MMR) menjadi tiga suntikan terpisah, dilansir dari Detik Health.

Perintah tersebut menetapkan vaksinasi harus diberikan dalam serangkaian kunjungan ke dokter, berbeda dari jadwal vaksinasi sebelumnya yang menggabungkan beberapa vaksin dalam satu suntikan.

Trump menyatakan kekhawatiran atas jumlah vaksin yang diberikan sekaligus dan keamanan vaksin MMR, meski penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara vaksin tersebut dengan autisme.

"Kita menguranginya," kata Trump dari Ruang Oval, Gedung Putih. "Bukan hanya mengurangi jumlah vaksin yang diberikan, atau suntikan, seperti yang mereka sebut, tetapi juga memberikannya dalam serangkaian kunjungan ke dokter."

Trump juga menyebutkan bahwa anak-anak di masa lalu menerima lebih sedikit vaksin dan tingkat autisme jauh lebih rendah dibanding saat ini.

"Beberapa dekade lalu, anak-anak hanya menerima sebagian kecil dari vaksin yang dibutuhkan saat ini," ujar Trump. "Pada masa itu, orang-orang jauh lebih sehat dan tentu saja tingkat autisme yang tinggi seperti yang kita lihat sekarang tidak ada."

Trump mengklaim bahwa pemberian vaksin saat ini terlalu banyak sekaligus, sehingga perlu jeda waktu pemberian untuk mengurangi risiko, meskipun klaim ini tidak didukung bukti ilmiah.

"Tidak ada hal buruk yang akan terjadi dari apa yang kita lakukan," katanya. Klaim ini bertentangan dengan peringatan para ahli kesehatan yang menyatakan langkah ini dapat menurunkan tingkat imunisasi dan meningkatkan kerentanan anak terhadap penyakit.

Senator Partai Republik Bill Cassidy menanggapi kebijakan Trump dengan menilai perintah tersebut salah dan presiden tidak memiliki keahlian untuk membuat perubahan tersebut.

"Vaksin sebagian besar aman. Vaksin efektif. Vaksin TIDAK menyebabkan autisme," kata Cassidy di X.

"Memecah vaksin berarti anak-anak harus mendapatkan lebih banyak suntikan untuk mendapatkan perlindungan yang sama, bukan lebih sedikit suntikan. Ini akan meningkatkan keraguan dan membuat anak-anak kurang aman."

Berdasarkan perintah baru, vaksin yang direkomendasikan untuk semua anak mencakup campak, gondongan, rubella, difteri, tetanus, pertusis, polio, Hib, penyakit pneumokokus, HPV, dan varisela.

Hanya anak dengan risiko tinggi yang disarankan menerima vaksin antibodi Respiratory Syncytial Virus (RSV), hepatitis B, meningokokus B, meningokokus ACWY, dan demam berdarah. Beberapa vaksin lain diberikan berdasarkan pengambilan keputusan bersama antara orang tua dan tenaga kesehatan.

Panduan baru juga menganjurkan vaksinasi diberikan dalam beberapa kunjungan medis untuk memberi pilihan kepada orang tua terkait waktu dan frekuensi pemberian vaksin.

Trump menjelaskan bahwa saat ini anak menerima banyak vaksin sekaligus, sehingga perintahnya akan membagi dosis tersebut menjadi beberapa kunjungan agar tubuh anak dapat menangani cairan vaksin yang masuk.

"Sederhananya: Sejumlah besar vaksin, sejumlah besar-seperti wadah besar, vaksin saat ini dipompa ke dalam tubuh anak Anda," kata Trump. "Kami melakukan 20% dari itu pada setiap kunjungan, dan kami akan memberi jeda waktu antara kunjungan agar tubuh dapat menangani sejumlah besar cairan yang dipompa masuk."

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: health.detik.com without altering the facts of the original article.
Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow