PT Freeport Indonesia Mulai Kirim Konsentrat ke Smelter Katoda di Gresik

Smallest Font
Largest Font

PT Freeport Indonesia (PTFI) mulai mengirim pasokan konsentrat tembaga ke smelter katoda di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, sebagai persiapan pembukaan kembali smelter kedua pada September 2026, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Pengiriman konsentrat ini menyusul penurunan pasokan dari tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) yang sebelumnya menyebabkan smelter tersebut tutup sementara.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyatakan, "Smelter nanti mulai September sudah mulai akan produksi lagi. Sementara ini konsentrat sudah mulai masuk dari Papua, sudah mulai masuk ke Manyar biar volumenya cukup dulu baru kita bakar di furnace."

Dia mengungkapkan tambang bawah tanah GBC ditargetkan beroperasi penuh dengan utilitas 100% pada akhir 2027.

"Semester kedua ini bisa 65%. Semester pertama tahun depan itu bisa 75% dan menjelang akhir tahun itu menuju ke 100%," ujar Tony sebelumnya mengenai target perbaikan tambang GBC.

Tambang bawah tanah GBC yang sempat ditutup akibat longsor mulai kembali beroperasi secara terbatas pada April lalu dengan blok produksi 2 dan 3 yang sudah dibuka, sementara blok produksi 1 masih ditutup dan perbaikannya ditargetkan selesai kuartal I 2027.

"Saat ini kami masih melakukan proses pemulihan di Grasberg Block Cave khususnya Production Block 1 yang memang sangat terdampak pada saat longsor itu terjadi. Sementara itu, untuk Production Block 2 di Grasberg Block Caving dan Production Block 3 itu sudah mulai kami lakukan penambangan secara terbatas," kata Tony.

Perbaikan blok produksi 1 dimulai Mei 2026 dan ditargetkan selesai kuartal I 2027. Freeport memprediksi produksi bijih tembaga mencapai 200.000 ton per hari pada 2027, naik dari target 156.000 ton per hari tahun ini.

Smelter pertama PT Smelting yang dibangun pada 1996 di Gresik mampu mengolah 1.000.000 ton konsentrat menjadi 300.000 ton katoda tembaga per tahun. Smelter kedua di JIIPE Manyar, yang diresmikan Juni 2024, merupakan smelter katoda tembaga single line terbesar dunia dengan kapasitas hingga 1,7 juta ton produksi penuh.

Fasilitas ini dilengkapi unit refinery, pemurnian logam mulia, oksigen, asam sulfat, desalinasi, serta pengolahan limbah untuk efisiensi maksimal proses peleburan dan pemurnian.

Namun, tiga pekan setelah peresmian, smelter kedua mengalami kebakaran sehingga produksi harus dihentikan sementara untuk perbaikan.

Akibat insiden tersebut, Freeport memperoleh izin ekspor konsentrat tembaga selama enam bulan pada 2025, mulai 17 Maret hingga 16 September, untuk menjaga kelangsungan operasional tambang dan produksi.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow