Harga Emas Mendekati Level Tertinggi Tiga Bulan Pasca Intervensi Keuangan AS
Harga emas naik mendekati level tertinggi tiga bulan setelah intervensi tak terduga oleh Departemen Keuangan AS dalam pembelian utang pemerintah berjangka panjang, memicu kekhawatiran soal kebijakan fiskal, inflasi, dan pelemahan dolar AS, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Harga emas meningkat tipis ke sekitar US$4.680 per troy ons setelah menguat lebih dari 7% dalam empat sesi berturut-turut. Langkah pembelian kembali utang ini dipimpin oleh Menteri Keuangan Scott Bessent yang menyatakan kesiapannya memperluas pembelian meski tanpa memberikan sinyal lebih lanjut.
George Efstathopoulos, manajer portofolio di Fidelity Holdings Ltd., mengatakan bahwa ketidakpastian kebijakan Federal Reserve mendorong peningkatan kepemilikan emas dalam dana investasinya selama tiga minggu terakhir.
"Saya telah menggandakan kepemilikan emas batangan dalam dana investasi saya selama tiga minggu terakhir," ujar George Efstathopoulos.
Lonjakan harga emas juga membawa logam mulia ini melewati rata-rata pergerakan 200 hari, yang sering dianggap sebagai sinyal teknis bullish, menunjukkan meningkatnya minat investor. Dana investasi berbasis emas yang dipantau Bloomberg mencatat penambahan lebih dari 28 ton pekan lalu, angka tertinggi sejak Januari.
Ketegangan perdagangan global turut memperkuat posisi emas sebagai aset safe-haven. AS mengancam sanksi ekonomi terhadap negara yang berbisnis dengan Iran dan terlibat perang dagang dengan Kanada setelah pembicaraan terhenti pekan lalu.
Harga perak naik 0,9% menjadi US$69,53, sementara harga platinum dan paladium juga mengalami kenaikan. Indeks Bloomberg Dollar Spot yang mengukur nilai dolar AS turun tipis bersamaan dengan pergerakan harga logam mulia tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow