PT Danantara Sumberdaya Indonesia Umumkan Komisaris dan Direksi Baru

Smallest Font
Largest Font

PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) secara resmi mengumumkan jajaran komisaris dan direksinya pada 24 Agustus 2026, termasuk Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas dan anggota Dewan Energi Nasional Mari Elka Pangestu sebagai komisaris.

Dewan Komisaris DSI dipimpin oleh Cipung Noer sebagai Komisaris Utama, dengan Tony Wenas, Mari Elka, dan Harold Tjiptadjaja sebagai anggota komisaris. Direktur Utama dijabat oleh Luke Mahony, dengan Sinthya Roesly sebagai Direktur Keuangan dan Treasury, Nur Hidayat Udin sebagai Direktur Manajemen Risiko, serta Ivan Ferdiansyah Baely sebagai Direktur Hukum dan Kepatuhan.

DSI mulai beroperasi pada 1 Juni 2026 dengan fokus mengawasi ekspor tiga komoditas utama, yaitu batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), dan ferro alloy.

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa keberadaan DSI tidak mengganggu hubungan bisnis antara eksportir dan pembeli, melainkan berfungsi sebagai alat evaluasi dan pemantauan untuk memastikan transparansi transaksi ekspor.

"Jadi tidak usah ragu, bahwa tetap bapak-bapak ibu-ibu bisa melakukan eksportnya secara langsung, dan tetap kita menghargai kontrak yang ada," ujar Rosan di Wisma Danantara.

Rosan menambahkan DSI bertujuan meningkatkan tata kelola ekspor dan menambah nilai bagi Indonesia tanpa menambah lapisan birokrasi. Tugas perizinan dan pengawasan tetap berada di kementerian terkait.

"Peran DSI adalah membangun satu titik verifikasi yang lebih kuat, dan aliran data serta transaksi ekspor," jelasnya.

Dia juga menyampaikan bahwa DSI akan bertahap menjadi perantara tunggal dengan mengintegrasikan data ekspor komoditas strategis tersebut.

"Yang paling penting adalah menghadirkan nilai nyata bagi Indonesia, melalui transparansi dan informasi yang lebih baik untuk pengambilan kebijakan," kata Rosan.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa dalam dua bulan pertama operasional, DSI telah mengelola devisa ekspor senilai US$14 miliar dari ketiga komoditas tersebut.

"Sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, dalam waktu 2 bulan 13 hari DSI telah mengelola devisa ekspor senilai US$14 miliar," ujar Prabowo dalam pidato kenegaraan di Kompleks Parlemen, Senayan.

Data dari DSI menunjukkan mereka telah memantau 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari US$14 miliar dan volume lebih dari 90 juta ton komoditas. Perdagangan ini melalui lebih dari 50 pelabuhan di 25 provinsi menuju lebih dari 100 negara tujuan, menurut Bloombergtechnoz.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed