PT Danantara Sumberdaya Indonesia Kelola Ekspor Komoditas Strategis Mulai Juni 2026
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) memastikan masa transisi ekspor komoditas strategis dimulai sejak 1 Juni hingga 31 Desember 2026, dengan peluncuran platform digital integrasi data ekspor tiga komoditas pada 1 September 2026, dilansir dari Bloombergtechnoz.
DSI berperan sebagai perantara tunggal ekspor minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferro alloy), guna mencegah praktik underinvoicing dan transfer pricing. Namun, DSI belum menargetkan menjadi eksportir tunggal.
Direktur Keuangan dan Treasury DSI, Sinthya Roesly, menjelaskan bahwa peran perantara tunggal ini menuntut konsolidasi data agar kebijakan dan langkah pencegahan praktik merugikan dapat dijalankan efektif.
"Nah, saat ini kita sedang menyiapkan untuk sebagai perantara tunggal dahulu ya. Tadi kalau [Dirut DSI] Luke [Mahony] bilang itu intermediary ya. Jadi intermediary role ini juga enggak muda. Tentu yang paling utama adalah bagaimana kita mengonsolidasikan data," ujar Sinthya dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Senin (24/8/2026) malam.
"Untuk kita bisa mendorong atau bisa identifikasi, baik itu kebijakan ataupun langkah-langkah yang harus diambil kemudian ya untuk memastikan tadi underinvoicing atau transfer pricing-nya tidak terjadi," tegas dia.
Sinthya menambahkan bahwa platform ekspor terintegrasi yang akan diluncurkan pada 1 September 2026 ini bakal memuat data ekspor ketiga komoditas tersebut dan mulai digunakan secara bertahap pada akhir September hingga pertengahan Oktober 2026 melalui uji coba dengan sejumlah eksportir.
"Nanti akan di-enhance dengan eksportir portal, kita akan peroleh kira-kira mungkin nanti di bulan akhir September atau pertengahan Oktober ini nanti itu kita akan uji dengan beberapa eksportir. Sekarang kami sudah dapat contoh-contoh kontrak, nanti mereka akan melakukan piloting di dalam eksportir portalnya," ujar Sinthya.
Ia juga menyatakan akan ada evaluasi lanjutan pada 1 Januari 2027 untuk menentukan kelanjutan peran DSI.
"Nah, ini akan dilihat apakah nanti kita 1 Januari 2027 akan terus melanjutkan dengan ekspor intermediary atau model lainnya. Jadi nanti ini ada kabar barunya nanti setelah ada evaluasi. Kira-kira gitu mungkin tambahannya," ungkapnya.
DSI juga mengumumkan jajaran direksi dan komisaris baru yang terdiri dari Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas dan anggota Dewan Energi Nasional Mari Elka Pangestu sebagai komisaris. Dewan Komisaris dipimpin oleh Cipung Noer.
CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan DSI mulai beroperasi pada 1 Juni 2026 untuk mengawasi ekspor batu bara, CPO, dan ferro alloy tanpa mengubah hubungan bisnis antara eksportir dan pembeli.
"Jadi tidak usah ragu, bahwa tetap bapak-bapak ibu-ibu bisa melakukan eksportnya secara langsung [...] we honor the sanctity of the contract, kontrak-kontrak yang sangat panjang," ujar Rosan di Wisma Danantara, Senin (24/8/2026).
"Sifat dari DSI ini, kita lebih pada saat ini mengevaluasi, memonitor, dan juga memastikan bahwa yang paling penting adalah [menjaga] transparansi dalam bertransaksi," tegas dia.
Rosan menyatakan kehadiran DSI bertujuan meningkatkan tata kelola ekspor tanpa menambah birokrasi atau menggantikan fungsi regulator yang tetap dipegang kementerian/lembaga terkait.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa dalam dua bulan pertama beroperasi sejak Juni 2026, DSI telah mengelola devisa ekspor senilai US$14 miliar dari tiga komoditas utama tersebut.
"Sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026 hanya dengan 3 komoditas: batu bara, kelapa sawit, dan besi baja, dalam waktu 2 bulan 13 hari DSI telah mengelola devisa ekspor senilai US$14 miliar," ungkap Prabowo dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR/DPR RI, Jumat (14/8/2026).
Berdasarkan data Danantara, DSI memantau lebih dari 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari US$14 miliar dan volume lebih dari 90 juta ton yang bergerak dari lebih 50 pelabuhan di 25 provinsi menuju lebih dari 100 negara tujuan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow