Indonesia Jaga Proporsi Impor Minyak Rusia Antisipasi Sanksi AS

Smallest Font
Largest Font

Indonesia menjaga proporsi pasokan impor minyak mentah dari Rusia sebagai strategi menghindari potensi sanksi ekonomi dari Amerika Serikat (AS), dilansir dari Bloombergtechnoz pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Hadi Ismoyo mengatakan pemerintah harus menyeimbangkan impor minyak dari Rusia dengan memperluas pasokan dari kawasan lain seperti Timur Tengah, Afrika Barat, dan AS.

Hadi menyebut pendekatan ini memungkinkan harga minyak Rusia tetap terjangkau sekaligus mengurangi risiko geopolitik dan tekanan diplomatik dari negara Barat.

"Langkah yang paling rasional adalah menjaga impor Rusia tetap proporsional sambil memperluas diversifikasi pasokan, tidak hanya dari Timur Tengah, Afrika Barat, atau dari Amerika Serikat sendiri," ujar Hadi.

Hadi juga mengingatkan agar Badan Layanan Umum (BLU) yang ditugaskan mengimpor, yaitu Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), tidak melakukan impor minyak Rusia secara masif atau dalam volume tinggi terus-menerus.

"Kalau ketergantungannya berlebihan, maka berpotensi memicu teguran keras hingga peringatan resmi dari Pemerintah AS terkait dengan perdagangan migas dengan Rusia," katanya.

Data dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menunjukkan Indonesia mengimpor minyak mentah dari Afrika Barat dan Timur Tengah seperti Nigeria, Angola, Arab Saudi, dan Gabon, serta negara terdekat Australia. Untuk produk olahan, Indonesia mengandalkan Singapura, Malaysia, AS, Uni Emirat Arab, dan India.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan impor minyak mentah tahap I dari Rusia sudah tiba di Indonesia dan pengadaan dilakukan oleh negara melalui Lemigas, bukan PT Pertamina (Persero).

"Ingat ya, yang melakukan pengadaan itu bukan Pertamina ya, negara. Jadi, negara enggak boleh diintervensi oleh negara lain, ya. Ini negara. Jadi, jangan dipeleset-pelesetin," ujar Bahlil.

Dia menambahkan, "[Pihak] yang melakukan impor adalah negara. Setelah negara ambil, baru negara mau siapkan untuk ke mana untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara, itu urusan negara lah."

Bahlil juga menegaskan Indonesia menganut asas bebas aktif dalam pembelian komoditas migas dari negara manapun.

"Negara kita ini kan menganut asas bebas aktif. Kita tidak mendikte negara lain, tetapi negara lain juga tidak boleh mendikte kita, ya. Independensi negara kita harus kita jaga sebagai bagian daripada pengabdian kita kepada Ibu Pertiwi," ujarnya.

Badan Pusat Statistik mencatat impor minyak mentah Rusia melalui pelabuhan Balikpapan pada Juni 2026 mencapai sekitar 103.669 ton dengan nilai US$75,34 juta atau setara Rp1,36 triliun.

Minyak jenis Eastern Siberia–Pacific Ocean (ESPO) dikirim ke Pelabuhan Lawe-Lawe di Kalimantan Timur sebanyak 770.000 barel pada 29 Juni 2026, sesuai data Bloomberg dan BPS.

Sementara itu, AS mengesahkan RUU sanksi baru terhadap Rusia yang memberikan wewenang kepada Presiden Donald Trump memberlakukan tarif hukuman hingga 100% bagi pembeli migas Rusia. RUU ini masih menunggu persetujuan DPR AS dan memiliki klausul pengecualian untuk menjaga stabilitas pasar energi global.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow