Robert Alberts Jelaskan Sengketa Pembayaran dengan Persib Bandung
Robert Alberts, mantan pelatih Persib Bandung, akhirnya menjelaskan kasus sengketa pembayaran dengan klub yang sempat berujung sanksi FIFA Registration Ban, melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Robert mengaku awalnya memilih diam agar masalah pribadi tidak terbawa ke publik. Namun, komentar negatif yang menyudutkan dirinya dan keluarganya membuatnya perlu menjelaskan kronologi lengkap berdasarkan dokumen FIFA.
"Saya tidak pernah ingin membawa sengketa pribadi ke ranah publik atau menciptakan masalah yang tidak perlu bagi siapa pun. Saya memilih untuk mengikuti proses yang tepat dan membiarkan FIFA menangani masalah ini," ujar Robert.
"Tapi baru-baru ini, saya telah melihat dan mendengar komentar-komentar dari orang-orang yang jelas tidak tahu ceritanya, dan mereka mulai menyalahkan keluarga saya serta diri saya sendiri. Dan sejujurnya, itu tidak baik dan tidak adil juga. Jadi, itulah alasan mengapa saya akhirnya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi," tambahnya.
Robert mengungkapkan bahwa ia menandatangani perpanjangan kontrak dengan Persib untuk empat tahun dari musim 2021 hingga 2025, namun mengundurkan diri sebagai pelatih kepala pada Liga 1 musim 2022/2023 karena hubungan baik dengan manajemen saat itu.
"Penting untuk dicatat bahwa saya tidak pernah dipecat pada saat itu, melainkan saya mengundurkan diri dari posisi saya sebagai pelatih kepala. Hal ini juga berkat hubungan baik dengan manajemen pada saat itu," jelasnya.
"Manajemen selalu transparan kepada saya, dan kami mencoba menyelesaikan masalah pembayaran. Saya menunggu dengan sabar untuk tindak lanjut mereka," ujarnya.
Permasalahan muncul setelah adanya pergantian manajemen Persib. Robert sempat berdiskusi dengan manajemen baru mengenai pembayaran yang tertunda dan pada Januari 2025 bertemu langsung dengan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia, untuk mencari solusi bersama.
"Kami merundingkan pengaturan pembayaran selama masa durasi kontrak saya, dan pada Januari 2025, saya secara pribadi bertemu dengan Adhitia dari manajemen baru. Kami duduk berhadapan, mencoba menyelesaikan semuanya bersama-sama sebuah solusi yang seharusnya lebih baik bagi kedua belah pihak," ungkapnya.
Robert setuju mengurangi nilai kontrak awal sebagai bentuk kompromi dan berharap perjanjian tersebut dihormati.
"Jadi ini bukan situasi di mana saya tiba-tiba menuntut sesuatu yang tidak masuk akal dari klub. Saya sudah berkompromi, sudah mengurangi apa yang menjadi hak saya, dan menyetujui pengaturan pembayaran dengan niat baik. Yang saya harapkan setelah itu hanyalah agar perjanjian yang telah ditandatangani tersebut dihormati," terangnya.
Robert heran dengan pernyataan manajemen Persib yang mengaku tidak mengetahui kasus ini, padahal sudah ada pertemuan dan kesepakatan sebelumnya.
"Saya merasa sulit untuk memahaminya karena ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara diam-diam atau tanpa sepengetahuan klub. Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa kita telah mengadakan pertemuan pada Januari 2025 di mana kita telah menyelesaikan masalah-masalah ini," tegasnya.
"Klub mengetahui tentang pengaturan pembayaran, klub mengetahui tentang pembayaran yang tertunda, masalah ini dibawa ke hadapan FIFA, dan FIFA mengeluarkan keputusan resmi. Ini bukan sekadar klaim pribadi saya atau sesuatu yang saya putuskan sendiri. Ini adalah proses resmi FIFA; bukti-bukti telah diserahkan dan FIFA telah membuat keputusannya," tambah Robert.
Robert meminta publik menilai kasus ini berdasarkan fakta dan dokumen resmi, bukan rumor atau asumsi. Ia menyatakan sengketa ini telah selesai setelah Persib melunasi pembayaran dan mengajukan pencabutan sanksi ke FIFA.
"Kemarin Persib telah membayar penuh seluruh jumlah yang tertunda, dan kemarin saya juga sudah menginformasikan kepada FIFA untuk mencabut sanksi tersebut. Dengan ini, saya akan meninggalkan masalah ini dan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut lagi," ujar Robert.
Informasi ini dilansir dari Bola.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow