Iran Hampir Capai Kesepakatan Jalur Pelayaran Baru dengan Oman di Selat Hormuz

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Iran hampir mencapai kesepakatan final dengan Oman untuk menetapkan jalur pelayaran baru antara kedua negara melalui Selat Hormuz, menurut dilansir dari Detik Finance.

Selat Hormuz, jalur strategis yang sebelumnya menjadi rute sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia, telah terblokir sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang memicu kenaikan harga minyak dan inflasi global.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan pembicaraan mengenai pengaturan pelayaran berjalan lancar dan konstruktif, dengan kesepakatan peta rute pelayaran sudah tercapai meski masih ada beberapa persoalan teknis yang belum tuntas.

Esmaeil menambahkan bahwa pembahasan juga mencakup mekanisme pelayaran aman, perlindungan lingkungan, layanan maritim, dan pemberantasan kejahatan, yang biasanya melibatkan pembayaran sebagai imbalan layanan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan kesepakatan dengan Oman sudah pada tahap akhir, namun menegaskan bahwa jalur pelayaran tidak akan dibuka kembali kecuali Amerika Serikat memenuhi sejumlah syarat yang diajukan Teheran.

"Iran tidak akan membuka kembali jalur tersebut kecuali AS memenuhi tuntutan kami," ujar Araqchi. Ia juga menyebut bahwa kedua negara tidak melakukan pembicaraan langsung dan komunikasi dilakukan melalui perantara, terutama karena pelanggaran kesepakatan sementara yang ditandatangani pada Juni oleh AS.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya tidak bernegosiasi sepenuhnya dengan Iran, melainkan hanya mengawasi kondisi inflasi tinggi dan ketidakadaan anggaran negara di Iran.

"Kami hanya bernegosiasi secara setengah-setengah dengan mereka. Kami hanya mengawasi Iran dengan inflasi mereka yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka tidak punya uang," ujar Trump.

Araqchi menyampaikan bahwa pembukaan kembali jalur pelayaran bergantung pada kompensasi yang harus dibayar AS atas kerusakan yang diakibatkan oleh serangkaian serangan besar-besaran terhadap Iran.

Sekretaris badan keamanan nasional tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, menyebut lima syarat utama Teheran untuk AS, yaitu mengakhiri ancaman lebih lanjut terhadap Iran, menghentikan agresi terhadap Iran dan sekutu di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak, mencabut blokade angkatan laut AS di Teluk, mencabut sanksi terhadap Iran, serta membuka pembekuan aset Iran.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed