Iran dan Oman Belum Sepakati Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Iran dan Oman belum mencapai kesepakatan final untuk membuka kembali Selat Hormuz, walau Amerika Serikat (AS) menunjukkan kesabaran menunggu tekanan ekonomi melunakkan sikap Iran, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Iran menutup kemungkinan berunding langsung dengan AS karena pelanggaran berulang terhadap kesepakatan damai sementara yang ditandatangani pada Juni, kata Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Dia menyatakan kesepakatan dengan Oman untuk jalur pelayaran di selat itu "sangat dekat" untuk tercapai.
Presiden AS Donald Trump menyatakan pada 9 Agustus bahwa AS kini lebih tenang dalam mengamati situasi Iran yang mengalami inflasi tahunan mencapai 77 persen menurut bank sentral Iran.
Trump mengatakan, "Kami hanya bernegosiasi secara setengah-setengah dengan mereka. Kami hanya mengamati Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka tidak punya uang." Pernyataan ini muncul setelah Trump menunda ancaman serangan udara besar-besaran untuk memberikan kesempatan perundingan.
Teheran pada 8 Agustus memperbarui tuntutan panjang kepada Washington sebagai syarat pembukaan penuh Selat Hormuz. Hal ini menandakan pemulihan pasokan minyak dan gas mungkin masih terbatas.
Selat Hormuz adalah jalur pengiriman seperlima minyak dan gas dunia dan menjadi fokus konflik yang dimulai AS dan Israel pada 28 Februari. Trump menuntut pelayaran bebas di selat ini segera dibuka kembali.
Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim menyerang kilang minyak Saudi Aramco di Jizan, Arab Saudi, pada Minggu (9/8). Kebakaran berhasil dipadamkan tanpa korban luka, menurut otoritas Saudi.
Wakil Presiden AS JD Vance menyebut ada kemajuan dalam perundingan, tetapi skeptis apakah Iran dapat memenuhi kebutuhan AS. "Pertanyaannya adalah apakah Iran akan mampu memberikan hal-hal yang diperlukan agar kami puas," ujarnya kepada Fox News.
Araghchi menegaskan, "Selama pelanggaran Amerika terhadap Nota Kesepahaman terus berlanjut dan AS tidak memperbaiki pelanggaran yang dilakukannya, tidak ada kemungkinan untuk melanjutkan perundingan." Dia juga menyatakan perundingan berlangsung melalui perantara, bukan langsung dengan AS.
Oman menyatakan perundingannya dengan Iran berlangsung dalam "suasana yang positif dan konstruktif" dan menyerukan penghentian tindakan di selat untuk mendukung upaya diplomatik.
Tuntutan Iran meliputi pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran, penarikan pasukan AS, pencabutan sanksi, pembebasan aset beku, dan kompensasi atas kerusakan akibat perang, ujar Mohammad Bagher Zolghadr dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Lalu lintas di Selat Hormuz sebagian besar terhenti sejak perang dimulai, meski beberapa kapal masih mengangkut kargo dalam program bantuan militer AS.
Harga minyak Brent menutup pekan di atas US$83 per barel, dipengaruhi prospek kesepakatan yang dapat membuka kembali pasokan minyak dari Teluk Persia.
Ketegangan meningkat di Laut Merah selatan akibat blokade pemberontak Houthi terhadap pelabuhan Arab Saudi, jalur ekspor alternatif minyak kerajaan tersebut.
Kebakaran di kilang Jizan menjadi insiden kedua dalam sebulan terakhir. Citra satelit menunjukkan kebakaran pada akhir Juli setelah serangan Houthi.
Setiap kesepakatan terkait Selat Hormuz harus disetujui Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, yang belum muncul di publik sejak perang dimulai.
Khamenei pada Minggu mengatakan telah bertemu Presiden Masoud Pezeshkian untuk membahas perang dan perekonomian, tulisnya di X.
Konflik ini telah menewaskan ribuan orang terutama di Iran dan mengguncang keamanan kawasan Timur Tengah selama berbulan-bulan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow