Kemenkes Lakukan Skrining Tuberkulosis pada Santri di Jakarta Utara

Smallest Font
Largest Font

Lebih dari 100 santri menjalani skrining tuberkulosis (TBC) menggunakan rontgen dada di Pondok Pesantren Khairul Ummah, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026), dalam program cek kesehatan gratis (CKG) yang digelar Kemenkes, dilansir dari Detik Health.

Program ini menyasar sekitar 400 santri dan 70 pengajar pesantren di wilayah tersebut. Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan selain skrining TBC dan rontgen dada, pemerintah juga meningkatkan imunisasi HPV bagi santri perempuan.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan tuberkulosis masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit menular di Indonesia dengan angka kematian mencapai 120 ribu jiwa per tahun.

"Meninggalnya (orang Indonesia karena TB) setahun 120 ribu. Artinya, saya ngomong 5 menit yang meninggal 2, saya ngomong 10 menit yang meninggal 4," ujar Budi.

Budi menambahkan jumlah kematian akibat TBC melebihi kematian akibat COVID-19, dan Indonesia menempati peringkat kedua kasus TBC terbanyak setelah India.

Dalam kegiatan skrining ini, Kemenkes menggunakan alat rontgen terbaru berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi kasus TBC secara lebih akurat.

Budi mengharapkan kegiatan ini dapat menjaring kasus TBC yang selama ini tidak terdeteksi, terutama di wilayah padat penduduk seperti pondok pesantren.

Kemenkes juga berencana memperluas program pemeriksaan TBC di seluruh pondok pesantren dan wilayah padat penduduk di Indonesia.

Budi mengungkapkan risiko penularan TBC lebih tinggi di pondok pesantren karena kepadatan penghuninya.

"Terkait pesantren, tadi saya kaget juga, ternyata ada 42 ribu pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai lebih dari 7 juta. Tadi saya pikir hanya sekitar 2 jutaan," kata Budi.

Program ini direncanakan mencakup 1,72 juta santri dan 3,3 ribu masyarakat di kawasan padat penduduk, dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2026.

"Kita rencana abis ini akan maju, juga bersama Pak Dirjen atas izin sahabat saya, Menteri Agama, kita akan masuk ke seluruh pondok pesantren di Indonesia agar bisa diskrining TB, sehingga semua santrinya sehat," tutup Budi.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: health.detik.com without altering the facts of the original article.
Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed