Javier Tebas Kritik Kepemimpinan Gianni Infantino di FIFA

Smallest Font
Largest Font

Presiden La Liga, Javier Tebas, melontarkan kritik keras terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait kepemimpinannya yang dinilai tidak membawa arah positif bagi sepak bola dunia, dilansir dari Bola.

Kritik tersebut muncul di tengah kontroversi rencana FIFA menjual saham dari Piala Dunia yang mendapat penolakan dari berbagai pihak, termasuk UEFA. FIFA akhirnya mundur dari gagasan tersebut.

Tekanan terhadap Infantino semakin besar menjelang pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan pada Maret mendatang.

Tebas mempertanyakan sistem tata kelola organisasi FIFA secara keseluruhan, bukan sekadar masalah satu individu.

"Yang terjadi saat ini tidak mengejutkan saya. Yang justru mengejutkan adalah reaksi banyak orang yang selama bertahun-tahun memilih diam," ujar Tebas.

Ia menilai episode ini hanyalah puncak gunung es dari masalah tata kelola yang tidak jelas di FIFA dan sepak bola secara luas.

Tebas juga menilai perubahan di FIFA tidak cukup hanya dengan mengganti beberapa orang, melainkan diperlukan perubahan menyeluruh terhadap sistem tata kelola organisasi.

"Masalahnya bukan hanya satu orang. Ini tentang keseluruhan sistem," kata Tebas.

Presiden La Liga itu juga mempertanyakan masa depan Infantino sebagai Presiden FIFA.

"Bagi saya, masa Gianni Infantino sudah lama berakhir. Saya tidak mengatakan ini hanya karena kejadian terbaru. Saya sudah lama melihat gaya manajemennya, meskipun orang lain baru menyadarinya sekarang," ujarnya.

Tebas menyinggung keputusan FIFA yang dibuat tanpa melibatkan pemangku kepentingan penting, termasuk liga-liga domestik, terutama terkait penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub.

"Keputusan dibuat tanpa pemangku kepentingan utama dalam sepak bola, yakni liga-liga, bahkan mereka tidak diberi informasi," tuturnya.

Ia juga mengaitkan kontroversi European Super League dengan proyek FIFA Forward Enterprise yang menjadi sorotan.

Tebas menilai kebijakan Infantino berpotensi mengancam keberadaan liga-liga domestik.

"Gianni Infantino bukan seseorang yang berkontribusi terhadap pertumbuhan sepak bola. Sebaliknya, proyek-proyeknya menghancurkan esensi olahraga ini, yaitu liga-liga nasional," kata Tebas.

"Sepak bola bukan hanya milik elite. Bagi saya, era Infantino telah berakhir," tambahnya.

Infantino masih berupaya mempertahankan posisinya sebagai Presiden FIFA dengan dukungan penuh dari organisasi tersebut.

Namun, kritik dan tekanan dari berbagai federasi dan tokoh sepak bola membuat pemilihan ulang Infantino tidak mudah.

Tebas berharap pergantian kepemimpinan FIFA nantinya bukan sekadar pergantian figur, melainkan perubahan menyeluruh dalam organisasi.

"Yang masih harus dilihat adalah kapan hal itu akan terjadi dan bagaimana proses suksesi berlangsung. Saya berharap ini bukan sekadar mengganti beberapa orang dengan orang lain, tetapi benar-benar melakukan perubahan," pungkas Tebas.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow