Jawa Tengah Tumbuh Ekonomi 5,8 Persen di Semester I 2026

Smallest Font
Largest Font

Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,80 persen secara kumulatif pada semester I tahun 2026, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional, di tengah perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian perdagangan internasional, dilansir dari Detikcom.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah pada Maret 2026 tercatat 3,29 juta orang atau 9,21 persen dari total penduduk, menurun dibandingkan September 2025 dan Maret 2025.

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said, menyatakan, "Kontribusi Jawa Tengah terhadap perekonomian Pulau Jawa mencapai 14,50 persen atau sebesar 8,19 persen terhadap perekonomian nasional. Hal tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai kontributor perekonomian terbesar keempat secara nasional."

Ali juga mencatat penurunan tingkat kemiskinan di Jawa Tengah pada Maret 2026 menjadi 9,21 persen, turun dari 9,39 persen pada September 2025 dan 9,48 persen pada Maret 2025.

Investasi di Jawa Tengah pada semester I 2026 mencapai Rp48,54 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 213.217 orang dari 55.989 proyek.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan, "Alhamdulillah, di tengah kondisi geopolitik yang tidak baik-baik saja, Jawa Tengah tetap bertambah dan bertumbuh 10,88 persen dari triwulan pertama." Realisasi investasi triwulan II meningkat 10,88 persen dibanding triwulan I.

Sakina menyebutkan penanaman modal asing mencapai Rp25,92 triliun atau 53,40 persen, sementara penanaman modal dalam negeri sebesar Rp22,62 triliun atau 46,60 persen.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong pengembangan kawasan industri di daerah untuk mendukung infrastruktur dan mempermudah investasi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam pembangunan daerah, "Maka kita punya semangat collaborative goverment (pemerintahan kolaboratif), karena kita tidak bisa sendiri-sendiri."

Luthfi juga menegaskan, "Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super team dalam rangka melakukan pembangunan di wilayah kita. Provinsi (Jateng) dengan 35 kabupaten/kota dan segala aspek yang ada, (maka) collaborative government (pemerintahan kolaboratif) harus kita ciptakan."

Ia mengajak bupati, tokoh masyarakat, pengusaha, akademisi, serta media untuk berkolaborasi agar program pembangunan berdampak bagi masyarakat.

Luthfi menambahkan bahwa nilai gotong royong dan kerja tim menjadi dasar untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

Sekda Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan tema Hari Jadi ke-81 Jateng adalah "Gumregut Nyawiji" yang bermakna kolaborasi dan gotong royong, sejalan dengan arahan gubernur untuk bekerja bersama-sama membangun daerah.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow