M Deni Fikri Wakili Sulbar di Paskibraka Tingkat Pusat 2026
M Deni Fikri, siswa SMA Negeri 1 Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat pusat tahun 2026.
Ia tengah menjalani latihan intensif bersama rekan-rekannya di Jakarta menjelang upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, dilansir dari Detikcom.
Deni menuturkan bahwa menjadi anggota Paskibraka nasional adalah impiannya sejak SD, terinspirasi oleh sang kakak yang pernah mengikuti seleksi namun belum lolos.
"Untuk saya, pelatihannya cukup berat, karena ini memang tingkatnya tingkat paling tertinggi, yaitu nasional. Tetapi, bagi saya, ini adalah suatu pencapaian. Bagi saya, ini cita-cita saya dari SD, melanjutkan perjuangan kakak saya yang dulunya gugur dalam seleksi paskibraka tingkat nasional," ujar Deni.
Deni bercerita awal ketertarikan pada Paskibraka berawal dari melihat kakaknya bertugas sebagai Komandan Kelompok 17 pada upacara HUT RI di kecamatan saat ia masih SD.
"17 orang, sekitar ada 50 meter ke lapangan, masuk. Saya kagum melihat kakak saya," katanya.
Sejak itu, Deni mulai belajar latihan baris-berbaris secara bertahap dari kakaknya.
Meskipun tidak mengikuti ekstrakurikuler paskibra saat SMP, Deni aktif di pramuka dan sempat menjadi pimpinan regu di kelas 2 dan 3 SMP.
Persiapan seleksi Paskibraka 2026 dilakukan dengan serius, termasuk belajar soal Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang dibimbing oleh kakak sepupu.
"Saya kerja sendiri, terus kakak sepupu saya cek. Lama-kelamaan, hari pertama nilai saya rendah, 20, dan kemudian hari ketiga naik 30. Dan Alhamdulillah, menjelang satu minggu, nilai saya meningkat sebelum H-1 seleksi TWK-TIU," ujar Deni.
Deni juga mempelajari makna dan penerapan Pancasila serta sejarahnya untuk persiapan ujian wawasan kebangsaan. Selain itu, ia melatih fisik khususnya stamina untuk tes kesamaptaan dengan rutinitas lari, push-up, sit-up, dan latihan shuttle run.
Dalam seleksi awal, Deni berhasil mendapatkan nilai TWK 95 dan TIU 90, kemudian melaju ke seleksi tingkat provinsi dengan nilai yang sama serta menjalani tes tambahan seperti psikotest dan pemeriksaan kesehatan.
"Kemudian ada tes samapta, tes psikotest, terus dengan kesehatan, kesehatan juga penting bagi paskibraka karena (nantinya ada tantangan) cuacanya," jelasnya.
Deni lolos seleksi provinsi dan masuk tiga besar pasangan putra-putri yang mewakili Sulawesi Barat, bersama dua orang lainnya dari Kabupaten Pasangkayu dan Mamuju.
Di tahap verifikasi tingkat pusat, Deni bersama Ismi Ulfaida, siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, menjadi wakil Sulawesi Barat.
"Mewakili daerah itu sangat bangga karena bisa mengharumkan daerah sendiri, terutama di desa saya sendiri. Dan bertemu dengan teman-teman 38 provinsi ini, saya cukup senang dan bahagia bisa berkenalan se-Indonesia, dari Sabang sampai Merauke," ujar Deni.
Pengalaman ini membuka wawasan Deni terhadap keberagaman budaya dan bahasa dari berbagai daerah peserta Paskibraka tingkat pusat.
"Tetapi itu bukan halangan bagi kami. Kami tetap satu, tetap saling merangkul, agar angkatan 2026 ini lebih baik dari tahun sebelumnya," katanya.
Deni juga mengungkapkan tantangan menahan rindu pada keluarga selama masa pelatihan yang sudah berjalan sejak Juli lalu.
"Kita harus menahan rindu terhadap keluarga. Rindu itu berat, jadi kita semua di sini tetap saling merangkul, tetap saling menjaga," ujarnya.
Bagi Deni, pengalaman menjadi anggota Paskibraka sebagai bekal fisik dan mental yang kuat sekaligus pemahaman ideologi Pancasila, mendukung cita-citanya untuk masuk Akademi Kepolisian.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow