Taswina Putri Terpilih Jadi Calon Paskibraka Nasional Mewakili Sulsel
Taswina Putri dari SMAN 1 Bone, Sulawesi Selatan, terpilih sebagai Calon Paskibraka Tingkat Pusat 2026 mewakili provinsinya, melanjutkan tradisi yang sama dengan kakaknya yang bertugas 21 tahun lalu, dilansir dari Detikcom.
Pemilihan ini mengukuhkan Taswina sebagai perwakilan Sulsel setelah melewati berbagai tahapan seleksi dari tingkat kabupaten hingga provinsi dan verifikasi pusat. Ia mengikuti seleksi yang meliputi tes fisik, wawasan kebangsaan, dan intelegensia umum.
Wina, sapaan akrabnya, aktif dalam ekstrakurikuler seperti pramuka, tari, dan marching band sejak SMP yang membantunya membangun ketahanan fisik dan mental. Dukungan kakaknya sebagai pelatih paskibraka di Bone menjadi motivasi kuat baginya.
"Saya terinspirasi dari sejak kecil karena di mana mama saya itu selalu memperlihatkan baju Paskibraka yang telah dipakai sama kakak saya sendiri," ujar Taswina Putri.
Meski sudah mengenal paskibraka sejak kecil, Taswina mengakui sempat merasa minder karena tingginya yang 166 cm dibanding peserta lain yang lebih tinggi.
"Aku sempat ini juga, nangis, pas pengukuran tinggi, karena tinggi saya itu 166 (cm) pas di (seleksi) kabupaten. Terus teman saya yang tinggi itu 168 (cm), jadi saya mikir kalau memang takdir saya (selesai) di sini, ya udah gak apa-apa," ungkapnya.
Namun, ia tetap berusaha keras dan mengandalkan kemampuannya sendiri dalam menjalani tes, khususnya tes kesamaptaan yang menantang karena ia bukan pelari.
"Saya jalani tes dengan usaha saya sendiri, walaupun kakak saya pelatih, tapi saya sama sekali tidak mengandalkan kakak saya, saya tetap mengandalkan diri saya sendiri," kata Taswina.
Setelah lolos seleksi kabupaten, ia terus berlatih dan mengikuti tes tingkat provinsi, termasuk menampilkan tari Songkok Recca khas Bone.
"Tapi saya tanamkan dalam diri saya, tetap semangat, jangan mundur, tetap maju, walaupun di depan itu banyak yang lebih dari saya sendiri," ujar Taswina.
Lolos ke tingkat nasional, Taswina merasa bangga dapat bertemu dengan 227 peserta dari 38 provinsi dan merasakan makna persatuan di tengah keberagaman budaya dan fisik.
"Ini merupakan hal yang baru bagi saya karena kita disatukan untuk bisa mengibarkan bendera merah putih. Jadi bertemu dengan teman-teman dari lintas provinsi, dari Sabang hingga Merauke itu hal yang sangat wow bagi saya sendiri," ucapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya percaya diri dan motivasi diri untuk menjalankan tugas paskibraka di tingkat pusat.
"Kita tetap harus pede, karena di Paskibraka itu kita semua dianggap sama, walaupun sebenarnya nanti akan ada yang mendapatkan seperti pembawa baki, danpok, tapi di mata pelatih atau di mata pamong, kita itu semua sama," ujar Taswina.
Bagi Taswina, pengalaman paskibraka menjadi bekal penting membangun kedisiplinan dan mental, serta menjadi pijakan untuk melanjutkan cita-citanya masuk Akademi Kepolisian (Akpol).
"Semula saya bercita-cita menjadi pramugari, tapi orang tua saya tidak mendukung karena saya anak bungsu dan harus jauh dari rumah. Saya ikut plan 2, yaitu Akpol," cerita Taswina.
"Kakak saya bukan Akpol, tapi polwan. Tapi saya mau lebih tinggi lagi dari dia," tambahnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow