Polda Metro Jaya Panggil Mantan Ketua Yayasan Terkait Temuan Ratusan Senjata di Pondok Pinang

Smallest Font
Largest Font

Polda Metro Jaya akan memanggil mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, IWD, pekan depan terkait temuan 995 senjata airsoft gun di ruangannya, dilansir dari Detikcom.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan senjata terdiri dari 4 senapan angin kaliber 4,5 mm, 215 pistol angin kaliber 4,5 mm, dan 776 revolver angin kaliber 4,5 mm yang diimpor dari luar negeri.

Budi menyampaikan bahwa senjata api jenis Franchi SPA SPAS-15 kaliber 12 GA milik DS, direktur PT Lokta Karya Perbakin yang meninggal dunia pada 2020. Pemeriksaan akan menggali asal impor dan tujuan penyimpanan senjata tersebut.

"Nanti setelah pemeriksaan akan tahu kapan impornya, tujuannya untuk apa, berapa banyak. Apabila impor itu sesuai dengan manifes, artinya ini secara resmi. Tetapi di luar manifes artinya ada penyelundupan, ada dua kluster yang berbeda yang akan didalami," ujar Budi.

Budi juga mengungkapkan penyelidikan mendalami alasan senjata disimpan di ruangan milik mantan ketua yayasan IWD yang dahulu pengurus yayasan tersebut.

"Nah, tetapi kenapa penyimpanan bukan kepada tempat yang semestinya, tetapi di dalam satu yayasan? Yang bersangkutan, Saudara IW, merupakan dulu pengurus dari suatu yayasan sehingga mungkin melihat menempatkan barang-barang tadi dalam satu gudang," katanya.

"Kita akan melakukan, mengundang Saudara IW dalam hal ini untuk memberikan keterangan. Termasuk akan melakukan pendalaman terkait tentang asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, dan tujuan penyimpanan. Penyelidikan sampai saat ini masih dilakukan oleh Direktorat Intelkam Subdit Wasendak bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Selatan," jelasnya.

Pihak sekolah menyebut sengketa kepengurusan yayasan menjadi pintu masuk penemuan senjata tersebut. Kuasa hukum sekolah, Hermawanto, menjelaskan setelah IWD diberhentikan, pihaknya membuka ruangannya dan menemukan senjata serta narkotika dan CD porno.

"Iya, karena tanpa ada sengketa itu kami nggak bisa masuk. Justru karena sengketa itu, kami kemudian memberhentikan dia ketua," kata Hermawanto.

"Lalu kemudian kami punya akses untuk masuk ke dalam ruangan, ruangan sekolah kan? Akhirnya kami coba buka-buka, nggak tahunya ketika kami buka ruangan itu menjadi... kita temukan barang terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini," jelasnya.

Hermawanto menegaskan tidak ada ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut sebagai tanggapan atas klaim senjata digunakan untuk ekskul.

Sementara itu, kuasa IWD sekaligus Dirut PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, menyatakan 995 senjata airsoft gun itu milik perusahaan dan disimpan di gudang sekolah terkait rencana kerja sama ekskul menembak pada 2020.

"Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di Polres izin-izin tersebut," kata Alhadid.

Alhadid mengaku heran pihak yayasan seolah tidak mengetahui asal senjata dan menduga masalah ini muncul dari konflik internal kepengurusan yayasan sejak pembina sebelumnya diberhentikan secara sepihak.

"Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya," ungkapnya.

"Ternyata saya ulik ada konflik di yayasan itu. Ini mengenai pembina Bu N sudah menjadi pembina sudah menduduki fisik dari April 2026. Jadi 5 bulan itu menduduki di sana, sebelum dia menduduki itu dia memberhentikan pembina lain," jelasnya.

Selain itu, Alhadid menyampaikan pihak yayasan sebelumnya tengah mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait pemberhentian ketua yayasan dan penggunaan rekening pribadi untuk dana yayasan.

"Sudah ada gugatannya di PN Jakpus perihal pemberhentian pembina dan rekening pribadi," pungkasnya.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow