Prof Ari Syam Jelaskan Perbedaan Diagnosis Radang Usus Buntu Antara Indonesia dan Luar Negeri

Smallest Font
Largest Font

Kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia kembali menjadi perbincangan setelah kasus perbedaan diagnosis radang usus buntu seorang selebgram antara dokter Indonesia dan rumah sakit di Penang.

Selebgram tersebut didiagnosis mengalami radang usus buntu oleh dokter Indonesia, namun saat berobat ke Penang, dikatakan tidak mengalami masalah tersebut, seperti dilansir dari Detik Health.

Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Prof Ari Fahrial Syam, mengatakan bahwa isu berobat ke luar negeri sering menempatkan pelayanan kesehatan Indonesia pada posisi yang kurang menguntungkan.

"Padahal di satu sisi saya juga mesti bilang, ada juga pasien-pasien yang gagal diobati di Penang, berobat juga akhirnya ke Indonesia. Ini yang mesti kita ketahui," ujar Prof Ari.

Prof Ari menjelaskan bahwa perbedaan diagnosis dapat terjadi antar rumah sakit karena kondisi pasien yang berbeda-beda.

"Bahkan, jangankan 3 bulan, mungkin dalam 2-3 minggu kalau kondisinya membaik, maka gejala akutnya sudah hilang. Tapi bisa saja pasien masih ada dalam fase apendisitis kronis," kata Prof Ari.

Apendisitis kronis dapat mengalami kekambuhan akut sewaktu-waktu sehingga kondisi pasien saat pemeriksaan pertama tidak selalu sama dengan pemeriksaan berikutnya.

"Jadi memang kurang pas juga kalau dibilang pasien bisa naik pesawat, kemudian bisa berobat ke rumah sakit di sana, jalan kaki, segala macam, dinyatakan sebagai kondisi yang akut. Jadi memang bisa saja pada saat datang sudah kondisinya tidak akut lagi," ujar Prof Ari.

"Sudah mungkin kronis kalau diperiksa pun juga tidak terbukti lagi adanya infeksi," tambahnya.

Kasus ini memicu pandangan negatif terhadap dokter-dokter Indonesia karena perbedaan diagnosis tersebut. Seorang influencer mengaku tiga kali didiagnosis radang usus buntu di Indonesia hingga harus menjalani operasi, tetapi saat diperiksa di Penang ternyata tidak ada masalah.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: health.detik.com without altering the facts of the original article.
Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed