Fahira Amira Bandingkan Diagnosis Usus Buntu di Indonesia dan Malaysia
Konten selebgram Fahira Amira yang membandingkan pengalaman diagnosis penyakit usus buntu antara rumah sakit di Indonesia dan Penang, Malaysia, menjadi viral di media sosial.
Fahira mengaku tiga rumah sakit di Indonesia mendiagnosisnya mengalami radang usus buntu atau appendicitis. Namun, saat diperiksa di Penang, dokter menyatakan diagnosisnya berbeda dan tidak menemukan tanda-tanda appendicitis.
Appendicitis adalah peradangan pada usus buntu yang terjadi akibat sumbatan atau infeksi. Usus buntu merupakan kantung kecil yang melekat pada usus besar, berukuran kira-kira 7-10 cm, dan terletak di bagian kanan bawah perut.
Kotoran yang mengalir di usus besar dapat menyumbat usus buntu sehingga memicu peradangan dan pembengkakan. Jika pembengkakan ini semakin parah, usus buntu bisa pecah, yang merupakan kondisi darurat medis karena dapat menyebabkan penyebaran bakteri ke rongga perut dan aliran darah, berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Penanganan standar appendicitis adalah pengangkatan usus buntu.
Gejala Radang Usus Buntu
Gejala umum appendicitis meliputi nyeri perut, mual, dan kehilangan nafsu makan. Awalnya, rasa sakit muncul di sekitar pusar dan dapat terasa terus-menerus atau hilang timbul selama beberapa jam.
Seiring waktu, nyeri akan berpindah ke bagian kanan bawah perut, lokasi usus buntu, dan semakin memburuk. Mual dan muntah bisa terjadi, namun mual biasanya mereda saat nyeri semakin terpusat.
Gejala tambahan yang mungkin muncul antara lain demam, malaise atau rasa tidak enak badan, perut bengkak atau kembung, frekuensi buang air kecil meningkat, dan diare.
Kondisi yang Mirip Appendicitis
Gejala appendicitis dapat menyerupai sejumlah kondisi lain, terutama pada wanita, karena organ-organ di rongga panggul dekat dengan lokasi usus buntu. Beberapa kondisi yang sering disalahartikan sebagai appendicitis antara lain penyakit radang panggul, kista ovarium, batu ginjal, infeksi saluran kemih, pankreatitis, penyakit radang usus, divertikulitis kolon, gastroenteritis, dan obstruksi usus.
Proses Diagnosis Appendicitis
Dokter akan menanyakan keluhan nyeri dan gejala lain serta melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi nyeri tekan dan kekakuan perut. Jika gejala khas ditemukan, diagnosis bisa ditegakkan secara langsung.
Namun, jika gejala kurang jelas, pemeriksaan lanjutan diperlukan berupa tes darah untuk melihat tanda peradangan, seperti jumlah sel darah putih atau kadar protein C-reaktif yang tinggi. Pemeriksaan pencitraan seperti USG perut atau CT scan juga dapat membantu memastikan pembengkakan usus buntu serta menyingkirkan kemungkinan kondisi lain.
Dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan penyebab gejala bukan berasal dari kondisi medis lain.
Informasi ini dikutip dari Detik Health sebagai referensi terkait perbedaan diagnosis yang dialami Fahira Amira dan penjelasan medis tentang appendicitis.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow