Universitas Kyoto dan Perusahaan Jepang Kembangkan Satelit Berbahan Kayu

Smallest Font
Largest Font

Universitas Kyoto bersama perusahaan pembangun rumah Jepang mengembangkan satelit berbahan kayu sebagai alternatif pengganti logam konvensional, dilansir dari Bloombergtechnoz pada 12 Agustus 2026.

Penggunaan kayu sebagai material satelit bertujuan mengurangi residu logam di atmosfer yang dapat bertahan hingga 40 tahun. Satelit LignoSat menggunakan kayu honoki atau Japanese magnolia yang ringan dan memiliki tingkat penyusutan rendah setelah diuji ketahanannya terhadap kondisi vakum luar angkasa.

Pengembangan satelit kayu menghadapi tantangan suhu ekstrem luar angkasa yang berubah dari -100°C hingga +100°C dalam satu orbit 90 menit. Perbedaan pemuaian antara kayu dan logam membuat penggunaan paku berisiko menimbulkan retak, sehingga tim menggunakan teknik sambungan kayu tradisional Jepang tanpa paku yang presisi dengan toleransi 0,1 milimeter.

LignoSat pertama kali diuji selama dua tahun oleh JAXA dan NASA sebelum diluncurkan pada November 2024 dari Kennedy Space Center. Satelit ini dioperasikan sekitar empat bulan setelah dilepas dari International Space Station, membuktikan struktur kayu tahan di lingkungan vakum luar angkasa.

Namun, LignoSat menghadapi masalah komunikasi dengan stasiun bumi yang diduga karena perangkat lunak dan mekanisme antena. Untuk itu, pengembangan LignoSat-1R sedang dilakukan dengan peluncuran dijadwalkan pada tahun fiskal 2027.

Generasi berikutnya dari satelit kayu ini diharapkan dapat menyediakan komunikasi langsung dari luar angkasa saat menara komunikasi di darat rusak akibat bencana alam, serta membangun jaringan komunikasi yang lebih tahan bencana di masa depan.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow