Astronaut Saksikan 16 Kali Matahari Terbit dan Terbenam dari ISS Setiap Hari
Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mengorbit Bumi dengan kecepatan hampir 28.000 kilometer per jam, menyebabkan astronaut di dalamnya menyaksikan fenomena unik yaitu sekitar 16 kali matahari terbit dan 16 kali matahari terbenam dalam waktu 24 jam.
Orbit ISS yang berada di ketinggian sekitar 400 kilometer memungkinkan stasiun ini mengelilingi Bumi setiap 92 menit, sehingga siklus siang dan malam yang di Bumi berlangsung dalam waktu sekitar satu setengah jam di stasiun tersebut.
Setiap kali ISS berpindah dari sisi gelap Bumi ke sisi yang diterangi matahari, astronaut melihat matahari terbit. Sebaliknya, saat memasuki bayangan Bumi, mereka menyaksikan matahari terbenam.
Namun, astronaut tidak mengikuti pola tidur berdasarkan pergantian cahaya tersebut. Pengaturan khusus diterapkan agar jam biologis mereka tidak terganggu oleh perubahan cahaya yang cepat, yang bisa menyebabkan gangguan tidur dan menurunkan konsentrasi.
Dikutip dari Detik iNET, NASA dan badan antariksa lainnya menggunakan jadwal kerja yang mengacu pada Waktu Universal Terkoordinasi (UTC) dan mengatur pencahayaan di dalam ISS dengan lampu LED yang menyesuaikan perubahan cahaya alami Bumi.
Pada pagi hari, lampu memancarkan cahaya kebiruan untuk menekan hormon melatonin agar astronaut tetap waspada. Menjelang waktu tidur, pencahayaan berubah menjadi lebih hangat untuk membantu persiapan tubuh beristirahat.
Sistem pencahayaan ini didasari oleh penelitian ritme sirkadian, jam biologis yang mengatur siklus tidur, hormon, suhu tubuh, dan metabolisme. Gangguan ritme ini dapat menyebabkan masalah tidur, penurunan kemampuan berpikir, perubahan suasana hati, serta berkurangnya kinerja saat menjalankan misi.
Teknologi pencahayaan dan pengelolaan ritme biologis diperkirakan akan semakin krusial dalam misi jangka panjang ke Bulan maupun Mars, karena astronaut tidak akan mengalami siklus siang dan malam alami seperti di Bumi.
Ilmuwan terus mengembangkan sistem pencahayaan cerdas guna menjaga kesehatan fisik dan mental awak selama berada jauh dari planet asal mereka. Penelitian tersebut menegaskan bahwa tantangan di luar angkasa tidak hanya terkait gravitasi dan radiasi, tetapi juga bagaimana menjaga keselarasan jam biologis manusia di tengah perubahan lingkungan yang ekstrem.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow