BMKG Jelaskan Sebaran Cuaca Kemarau dan Potensi Hujan Lokal di Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan sebagian besar wilayah Indonesia masih mengalami kemarau kering, namun beberapa daerah tetap berpotensi hujan lokal hingga awal Agustus 2026, dilansir dari Detikcom.
Wilayah dengan kemarau panjang hingga ekstrem meliputi Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Maluku Utara, dan sebagian Sulawesi. Hari Tanpa Hujan (HTH) terlama tercatat di Pajangan, Bantul, DI Yogyakarta selama 90 hari.
Di sisi lain, wilayah seperti Aceh dan Sumatera Barat masih berpotensi mengalami hujan lokal.
Pada periode 30 Juli hingga 2 Agustus 2026, hujan lebat hingga sangat lebat tercatat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara. BMKG menyatakan kondisi ini dipengaruhi oleh gelombang Kelvin dan gelombang Rossby ekuatorial.
Adanya anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) menyebabkan peningkatan tutupan awan di sebagian wilayah barat dan tengah Indonesia, sehingga hujan lokal masih mungkin terjadi meski kemarau kian meluas.
Fenomena atmosfer dan El Niño yang kuat menjadi penyebab cuaca semakin kering di banyak wilayah, mengurangi pembentukan awan hujan dan curah hujan secara signifikan.
BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang di sejumlah wilayah, dengan prakiraan cuaca periode 4-10 Agustus 2026 sebagai berikut.
Periode 4-7 Agustus 2026, peningkatan hujan diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua. Angin kencang berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Selatan.
Periode 8-10 Agustus 2026, peningkatan hujan diperkirakan di Aceh, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Angin kencang diperkirakan terjadi di Aceh, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan waspada terhadap ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau yang semakin kering ini.
Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan sembarangan, terutama di daerah mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan. Untuk wilayah berpotensi angin kencang, kewaspadaan terhadap pohon atau dahan tumbang serta baliho roboh sangat dianjurkan.
Informasi prakiraan cuaca terbaru dapat diakses melalui laman resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infobmkg.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow