Cadangan Devisa Indonesia Turun Tipis pada Juli 2026 Akibat Pembayaran Utang dan Intervensi BI

Smallest Font
Largest Font

Cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 tercatat turun tipis menjadi US$145,3 miliar, turun US$0,3 miliar dari posisi bulan sebelumnya US$145,6 miliar, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Penurunan ini terjadi karena adanya pembayaran utang luar negeri pemerintah dan intervensi Bank Indonesia (BI) untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, di tengah penerimaan pajak, jasa, dan penerbitan global bond.

Meski begitu, rupiah relatif stabil dengan pelemahan hanya 0,29% pada Juli, lebih baik dibanding kuartal pertama dan kedua yang melemah signifikan.

Posisi Net Foreign Assets (NFA) BI pada Juli tercatat Rp1.873,1 triliun, turun dari Januari yang sebesar Rp2.172,8 triliun, menunjukkan tekanan eksternal masih kuat.

Klaim BI kepada non-residen meningkat menjadi Rp3.012,2 triliun dari Rp2.825,3 triliun pada Januari, namun kewajiban BI kepada non-residen melonjak lebih besar menjadi Rp1.139,1 triliun.

Hal ini menunjukkan kewajiban luar negeri tumbuh lebih cepat dibanding tagihan luar negeri.

Kepemilikan asing pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga meningkat dari Rp121,9 triliun pada Januari menjadi Rp287,06 triliun pada Juli, sementara kepemilikan bank stagnan.

"Kami kan inginnya SRBI itu sebenarnya adalah untuk liquidity management. Jadi bukan untuk memupuk investasi, dan untuk SBN lebih terkendali," ujar Destry Damayanti, Pejabat Sementara Gubernur BI.

Permintaan SRBI melonjak pada lelang terbaru menjadi Rp45,12 triliun, lebih dari dua kali lipat dibanding sebelumnya Rp17,51 triliun, dengan yield yang masih lebih tinggi dari Surat Utang Negara pada tenor sama.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow