ETF Emas Resmi Diluncurkan di Bursa Efek Indonesia pada 10 Agustus 2026

Smallest Font
Largest Font

Exchange Traded Fund (ETF) Emas resmi diluncurkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 10 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan 49 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, dilansir dari Detik Finance.

Peluncuran ini menjadi langkah strategis memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi emas melalui pasar modal serta memperkuat sinergi pelaku dalam ekosistem bullion.

ETF Emas merupakan instrumen investasi reksa dana yang aset dasarnya berupa emas fisik. Pegadaian berperan sebagai penyedia aset dasar melalui Electronic Gold Receipt (EGR), yang merepresentasikan kepemilikan emas dalam bentuk elektronik sesuai harga yang berlaku.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, menyatakan,

"Kehadiran ETF Emas merupakan salah satu tonggak penting dalam pengembangan ekosistem emas di Indonesia. Kolaborasi antara pelaku industri bullion dan pasar modal membuka peluang yang semakin luas bagi masyarakat untuk mengakses investasi emas melalui instrumen yang diperdagangkan di bursa. Dalam ekosistem ini, Pegadaian menjalankan peran sebagai satu-satunya Bullion Bank yang menjadi underlying provider ETF Emas di Indonesia, bukan sebagai penerbit produk ETF Emas."

Pengembangan ETF Emas ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak sejak 2024, melibatkan Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pegadaian, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan langkah-langkah persiapan dan penandatanganan nota kesepahaman.

Pegadaian mendukung produk ini dengan infrastruktur dan regulasi yang matang, termasuk vault berstandar internasional dan jaringan produsen emas bersertifikasi SNI 99,99%.

Wakil Menteri Keuangan RI, Juda Agung, menjelaskan pentingnya ETF Emas untuk memperluas pilihan investasi dan memperdalam pasar keuangan Indonesia agar mampu bersaing di tingkat regional dan global.

"Di pasar modal global, minat terhadap ETF berbasis emas ternyata juga meningkat. Tahun 2025 aset kelolaan ETF Emas global mencapai USD 559 miliar dengan kepemilikan emas 4.025 ton. Ini mencerminkan semakin pentingnya instrumen ini di dalam ekosistem investasi global. Jadi yang kita lakukan hari ini bukan sekedar menambah satu produk, tetapi sedang memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan kita agar dapat bersaing pada pasar modal regional maupun global," ujar Juda.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menambahkan,

"ETF Emas ini sudah mendapatkan kesesuaian prinsip syariah, berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI. Jadi ini bisa menjadi alternatif investasi, terutama bagi ibu-ibu ya."

Fatwa DSN-MUI Nomor 163/DSN-MUI/VII/2025 menjadi landasan pengembangan ETF Emas berbasis syariah, yang diikuti dengan terbitnya Peraturan OJK Nomor 2 Tahun 2026 terkait reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif dengan aset dasar emas.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menyampaikan optimismenya terhadap produk ini,

"Harapannya dengan produk baru ETF Emas, kita akan terus memperkuat kedalaman sektor keuangan Indonesia. Di sini saya juga sangat bahagia, sesuai dengan speech Pak Juda tadi tentang kelolaan emas global. Amerika USD 200 milyar, China USD 45 milyar, India USD 17,5 milyar.

Jumlah Emas di Pegadaian saja 153 Ton, atau US$ 20 milyar. Berarti dalam waktu dekat kita bisa bersaing dengan negara-negara lain."

Peluncuran ETF Emas di BEI ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem investasi emas nasional dengan menghadirkan alternatif investasi yang transparan dan terintegrasi, terutama dengan peran Pegadaian sebagai penyedia aset dasar melalui EGR.

Acara peluncuran dihadiri oleh jajaran Dewan Komisioner OJK, Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung, Chief Investment Office Danantara Indonesia Pandu Sjahrir, Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan, serta perwakilan BEI, Manajer Investasi, Dealer Partisipan, KSEI, dan asosiasi terkait.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow