IHSG Bergerak Fluktuatif Dipengaruhi Aksi Demonstrasi dan Pelemahan Rupiah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis pagi mengalami pembukaan yang fluktuatif dengan pengaruh utama dari aksi demonstrasi dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat melemah ke level 6.376, namun berbalik arah dan naik 0,36% ke posisi 6.428 dalam 10 menit pertama perdagangan pada Kamis, 27 Agustus 2026, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat volume perdagangan mencapai 3,89 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,41 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 250.941 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 348 saham menguat, 173 saham melemah, dan 185 saham tidak bergerak.
BRI Danareksa Sekuritas menyatakan bahwa pelemahan IHSG dipengaruhi oleh sikap wait and see dari investor menjelang aksi demonstrasi serta pelemahan rupiah yang menembus Rp17.778 per dolar AS.
"Kami memproyeksikan IHSG bergerak mixed to negative dengan support 6.340–6.300 dan resistance 6.455–6.550," ujar analis BRI Danareksa Sekuritas.
Menurut riset tersebut, IHSG membentuk pola evening star setelah gagal menembus resistance trendline, sehingga berpotensi menguji moving average 20 hari di level 6.340.
Katalis utama untuk pergerakan pasar adalah aksi demonstrasi pada 27 Agustus yang menjadi perhatian investor terkait stabilitas keamanan. Kondisi yang kondusif bisa membuat tekanan terhadap IHSG bersifat sementara, namun eskalasi dapat meningkatkan risiko dan volatilitas pasar.
BRI Danareksa merekomendasikan saham SMIL, MAPA, dan ICBP sebagai pilihan untuk perdagangan hari ini.
Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa kehati-hatian investor meningkat karena risiko domestik yang membayangi pasar.
Koreksi teknikal membawa IHSG kembali menguji area support psikologis di 6.400. Histogram MACD tetap di area positif, tetapi Stochastic RSI mulai turun dari area overbought.
"Dengan demikian, diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 6.350–6.450 pada perdagangan Kamis," kata Phintraco Sekuritas.
Phintraco merekomendasikan saham ASII, GJTL, INKP, MAPA, dan INDF sebagai pilihan perdagangan.
CGS International Sekuritas Indonesia menyatakan bahwa pelemahan Bursa Wall Street, turunnya harga komoditas, aksi jual investor asing, serta kehati-hatian menjelang aksi demonstrasi akan menjadi sentimen negatif bagi IHSG.
"IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahan dengan support di 6.345–6.285 dan resistance 6.465–6.530," tulis riset CGS International.
Saham pilihan CGS meliputi ICBP, BFIN, EXCL, MAPA, MDKA, dan TAPG.
Panin Sekuritas menilai IHSG berpotensi melemah karena data global yang kurang positif seperti Indeks PCE dan ekspektasi pertumbuhan GDP di AS, serta pelemahan harga komoditas dan aksi jual bersih di pasar.
Namun, Panin mengapresiasi kestabilan rupiah yang dapat menjadi katalis positif bagi pasar.
"Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG berpotensi melemah," ujar Panin Sekuritas.
Saham pilihan Panin untuk hari ini adalah COIN, DEWA, dan GJTL.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow