Kemendikdasmen Seleksi Ketat Guru dan Siswa Sekolah Nasional Terintegrasi
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan seleksi ketat terhadap guru dan siswa yang akan bergabung di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di 17 lokasi di Indonesia.
Dari 60.000 pendaftar guru, hanya 204 guru yang lolos seleksi dan sudah bertugas di SNT. Sedangkan dari 2.068 pendaftar siswa, sebanyak 1.360 siswa terpilih untuk mengikuti pendidikan tahun ini, terdiri dari 680 siswa SMP dan 680 siswa SMA, seperti dilansir dari Detikcom.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto menyampaikan bahwa guru-guru yang lolos adalah lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan dan telah mengikuti pelatihan intensif selama lima hari sebelum mulai mengajar.
"Kami juga telah merekrut 204 guru atau tenaga pendamping pembelajaran yang diseleksi dari 60.000 stok PPG Prajabatan," ujar Gogot.
Gogot menambahkan, "Mereka telah mengikuti persiapan selama lima hari kemarin untuk memastikan kesiapan di lapangan." Ini menunjukkan kesiapan guru dalam menjalankan tugas pembelajaran di SNT.
Pada bagian kepemimpinan, Kemendikdasmen juga melakukan seleksi ketat untuk kepala sekolah. Dari 1.800 pendaftar, terpilih 17 kepala sekolah yang memimpin masing-masing SNT.
"Kami telah menyeleksi 17 Kepala Sekolah dari 1.800 pendaftar di seluruh Indonesia. Jadi kepala sekolah yang terpilih di SNT Bogor adalah kepala sekolah pilihan," kata Gogot.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa siswa yang diterima di SNT adalah mereka yang memiliki kemampuan akademik dan non-akademik di atas rata-rata.
"Sekolah Nasional Terintegrasi ini baru kita laksanakan pada periode ini, yang tujuannya adalah memberikan kesempatan dan memberikan pelayanan kepada anak-anak yang memiliki kemampuan yang istimewa, khususnya dalam bidang akademik, untuk dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dan lebih baik lagi," ujar Mendikdasmen.
Untuk menjaga kualitas pembelajaran, jumlah siswa di setiap angkatan SNT dibatasi. Di SNT 7 Bogor, misalnya, setiap angkatan hanya terdiri dari 80 siswa, dengan 40 siswa untuk jenjang SMP dan 40 siswa untuk jenjang SMA.
"Kemudian muridnya, kita memang batasi karena menjaga mutu. Maka untuk angkatan pertama ini, jenjang SMP itu kita hanya menerima 40 murid. Kemudian untuk SMA juga kita hanya menerima 40 murid. Jadi jumlahnya hanya 80 murid di masing-masing SNT," jelas Mendikdasmen.
Mendikdasmen juga menuturkan bahwa kuota ini akan dipertahankan untuk seleksi berikutnya, dengan penyesuaian berdasarkan rekomendasi pemerintah daerah atau kepala sekolah.
"Jadi tes yang kita pakai adalah tes skolastik yang itu menjadi satu kesatuan dalam seleksi murid di Sekolah Nasional Terintegrasi ini. Jadi fokusnya memang untuk murid yang punya kemampuan di atas rata-rata, baik secara akademik maupun non-akademik," ungkap Mendikdasmen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow