Kenali Penyebab dan Cara Mengurangi Risiko Appendicitis

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Appendicitis atau radang usus buntu merupakan kondisi peradangan pada apendiks yang paling sering terjadi pada usia 10 sampai 30 tahun, namun bisa dialami oleh semua kelompok usia.

Gejala utama yang harus diwaspadai adalah nyeri perut yang dimulai di sekitar pusar kemudian bergeser ke kanan bawah, yang semakin memburuk dalam beberapa jam. Rasa sakit ini biasanya bertambah parah saat bergerak, batuk, atau menarik napas dalam.

Selain nyeri, gejala lain yang sering menyertai termasuk mual, muntah, demam, kehilangan nafsu makan, kembung, serta sembelit atau diare.

Radang usus buntu terjadi karena peradangan akibat penyumbatan saluran apendiks. Penyumbatan ini memungkinkan bakteri berkembang biak sehingga apendiks membengkak dan meradang.

Beberapa penyebab penyumbatan antara lain:

  • Tinja mengeras (fecalith) yang menutup saluran apendiks.
  • Pembengkakan jaringan getah bening yang umumnya terjadi akibat infeksi, terutama pada anak dan remaja.
  • Adanya parasit di saluran pencernaan yang dapat menyumbat apendiks.
  • Benda asing seperti biji atau partikel kecil yang terjebak dalam saluran apendiks, meski jarang terjadi.
  • Tumor pada apendiks atau jaringan sekitarnya yang sangat jarang ditemukan.

Cara Mengurangi Risiko Appendicitis

Hingga saat ini belum ada cara pasti untuk mencegah appendicitis karena penyebabnya bermacam-macam dan terkadang tidak dapat diketahui secara pasti.

Namun, penelitian yang diterbitkan di World Journal of Surgery pada tahun 2025 menunjukkan bahwa pola makan tinggi serat berkaitan dengan risiko appendicitis yang lebih rendah.

Pola makan rendah serat, tinggi protein, dan banyak asupan gula tanpa diimbangi serat justru ditemukan meningkatkan risiko radang usus buntu.

Oleh karena itu, konsumsi sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang kaya serat sangat dianjurkan. Asupan cairan yang cukup juga penting untuk menjaga fungsi pencernaan.

Tindakan lain yang paling penting adalah segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala yang mengarah ke appendicitis agar penanganan dapat dilakukan lebih awal.

Kasus kontroversial terkait diagnosis appendicitis di Indonesia dan luar negeri menunjukkan pentingnya pemeriksaan yang akurat dalam menentukan kondisi ini, seperti dikutip dari Detik Health.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: health.detik.com without altering the facts of the original article.
Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow