Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 Tembus 5,29 Persen

Smallest Font
Largest Font

Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,29% secara tahunan pada kuartal II-2026, sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,61%, namun tetap lebih tinggi dari ekspektasi pasar di kisaran 5,1%, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi kontributor utama dengan andil 53,32% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan tumbuh 5,06% yoy. Sementara itu, Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi menyumbang 29,36% terhadap PDB dan mencatat pertumbuhan 6,87% yoy, tertinggi dalam setahun terakhir.

Konsumsi pemerintah juga menunjukkan pertumbuhan tinggi meski kontribusinya kurang dari 10% terhadap PDB. Pada kuartal I-2026, konsumsi pemerintah tumbuh 21,81% yoy dan kuartal berikutnya masih mencapai 15,97% yoy, menandakan peran penting pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Berbagai kalangan menilai peran pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi akan berkurang karena pembatasan defisit anggaran maksimal 3% PDB. Ekonom Bank of America Corp Kai Wei Ang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat menjadi sekitar 5,2% pada paruh kedua 2026 akibat pengurangan dukungan fiskal.

"Kami menilai ada kebutuhan belanja fiskal yang lebih moderat untuk menjaga target defisit," ujar Radhika Rao, Ekonom Senior DBS Bank Ltd, seperti dikutip Bloomberg News.

Dibandingkan negara tetangga, Indonesia belum unggul. Singapura mencatat pertumbuhan ekonomi 5,7% yoy pada kuartal II-2026, didorong sektor manufaktur yang tumbuh 12,2% yoy. Namun sektor kimia dan biomedis mengalami kontraksi karena gangguan rantai pasok akibat konflik di Timur Tengah.

Malaysia juga mencatat pertumbuhan ekonomi lebih tinggi yaitu 5,8% yoy pada kuartal II-2026, didukung ekspansi sektor jasa, manufaktur, pertambangan, dan konstruksi, menurut estimasi awal Department of Statistics Malaysia (DOSM).

"Secara umum, ekonomi Malaysia tumbuh 5,5% pada semester I-2026, sedangkan periode yang sama tahun lalu tumbuh 4,5%," kata keterangan resmi DOSM.

Vietnam menorehkan pertumbuhan paling tinggi di kawasan dengan 8,39% yoy pada kuartal II-2026, naik dari 7,94% pada kuartal sebelumnya. Sepanjang semester I-2026, ekonomi Vietnam tumbuh 8,18% yoy, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Konsensus Bloomberg memperkirakan pertumbuhan ekonomi Vietnam 2026 berada di angka 7,3% yoy. Han Teng Chua, Ekonom Senior DBS Bank, menyatakan, "Kami melihat sejumlah faktor utama seperti industri manufaktur berbasis ekspor, investasi asing, dan permintaan domestik yang solid akan mendukung ekonomi dalam bulan-bulan mendatang," sebagaimana diberitakan Bloomberg News.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow