Polres Metro Bekasi Ungkap Peredaran Narkoba Lewat Media Sosial
Polres Metro Bekasi Kota mengungkap modus peredaran narkoba yang terjadi di wilayah Kota Bekasi dari Juli hingga 12 Agustus 2026, dengan transaksi yang mayoritas dilakukan melalui direct message di berbagai aplikasi media sosial, dilansir dari Detikcom.
Selama periode tersebut, polisi berhasil mengungkap sebanyak 99 kasus narkotika dan obat-obatan berbahaya serta menangkap 26 tersangka. Barang bukti yang disita antara lain 35 ribu tramadol dan tembakau sintetis.
Kombes Putu Kholis Aryana, Kapolres Metro Bekasi Kota, menjelaskan bahwa transaksi narkoba dilakukan menggunakan sistem pembayaran di tempat atau cash on delivery (COD).
"Penawaran melalui media sosial, apakah itu Facebook, Instagram. Kemudian sistem transaksinya menggunakan cara-cara yang lebih terselubung menggunakan direct message yang ada di media sosial," ujar Kombes Kholis dalam jumpa pers di Mapolres Metro Bekasi Kota, Rabu (12/8/2026).
Polisi juga menyita alat komunikasi dan transportasi yang digunakan para pelaku selama transaksi berlangsung.
"Oleh karena itu, dalam penyitaannya terhadap alat-alat transportasi maupun alat-alat komunikasi," tambahnya.
Kombes Kholis mengungkapkan bahwa dari total 99 kasus, 20 di antaranya merupakan kasus obat keras berbahaya. Ia menyebut jenis obat yang paling banyak disalahgunakan dan diedarkan secara gelap adalah tramadol, trihexyphenidyl, dan hexymer.
"Ada total 26 tersangka dalam kasus peredaran obat-obat berbahaya jenis tramadol dan sejenisnya," jelas Kombes Kholis.
Selain itu, Polres Metro Bekasi Kota juga berhasil mengungkap dua kasus produksi ilegal tembakau sintetis yang terjadi pada 1 dan 6 Agustus 2026. Lokasi kejadian perkara berada di Pondok Gede dan pengembangan di Tambun Selatan.
"Ada dua kasus menonjol yaitu kasus produksi ilegal narkotika golongan 1 jenis tembakau sintetis. Dalam satu rangkaian peristiwa, ada dua pengungkapan produksi ilegal, masing-masing di tanggal 1 Agustus 2026 dan tanggal 6 Agustus 2026. TKP-nya di antaranya ada di Pondok Gede dan hasil pengembangannya ada di Tambun Selatan," kata Kombes Kholis.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow