Presiden Prabowo Resmikan Groundbreaking PLTS 100 GWp dengan Target Rampung 2029

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto meresmikan groundbreaking proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026) sebagai bagian dari percepatan pembangunan energi terbarukan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memprediksi proyek PLTS tersebut dapat memberikan efisiensi biaya listrik mencapai Rp73,9 triliun per tahun dan ditargetkan rampung pada 2029, dengan pembangunan dilakukan secara bertahap. Prasetyo menjelaskan bahwa tahap pertama pembangunan PLTS menargetkan kapasitas 17 GWp yang sudah dimulai sejak tahun lalu hingga tahun ini, dilanjutkan tahap kedua dengan kapasitas 18 GWp hingga tahun depan, dan tahap ketiga sebesar 30 GWp pada 2027-2028.

"Presiden telah menginstruksikan agar pembangunan 100 GWp PLTS dipercepat dan diselesaikan pada 2029, dengan efisiensi biaya listrik diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun," ujar Prasetyo melalui keterangan tertulis.

Prasetyo juga menyampaikan pemerintah menargetkan pembangunan PLTS sebesar 30 GWp sekaligus penghentian 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) pada tahun ini. "Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian 13 GW PLTD. Program ini akan dibangun bertahap: Tahap I 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 GWp," kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, program PLTS ini juga mendorong peningkatan investasi di sektor pembangkit, baterai, jaringan kelistrikan, industri panel surya, serta membuka lapangan kerja hijau. "RUPTL 2025—2034 diproyeksikan menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan pekerjaan, lebih dari 760 ribu di antaranya berpotensi menjadi green jobs," tambahnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan tender pembangunan PLTS 100 GW akan segera diumumkan, khususnya tahap pertama untuk kapasitas 30 GW. "Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah kemarin dalam pidato pengantar APBN Bapak Presiden, itu menyampaikan bahwa kita akan mendorong untuk membangun PLTS sebesar 100 gigawatt dalam beberapa tahun ke depan," ujar Bahlil dalam Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026. "Tahun ini, kita akan mulai masuk tahap pertama dengan pembangunan 30 gigawatt," tegas Bahlil.

Presiden Prabowo menargetkan pengembangan PLTS 100 GW selesai dalam waktu empat tahun, dengan target pembangunan 30 GW pada tahun ini.

"Kita juga akan membangun listrik dari tenaga surya sebesar 100 GW dan ini harus kita laksanakan dalam 4 tahun, tetapi tahun ini saja target kita adalah 30 GW," kata Prabowo dalam peresmian Motor Listrik Nasional secara daring. Prabowo meminta PLN menghentikan penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel sebesar 13 GW dan menggantinya dengan pembangkit alternatif. Dia juga menyatakan Indonesia memiliki cadangan hidrogen melimpah yang diharapkan dapat segera dimanfaatkan.

"PLN harus tinggalkan pembangkit listrik dari diesel, kurang lebih 13 GW harus kita tinggalkan. Sumber-sumber energi lainnya ternyata sungguh sangat banyak," ungkap Prabowo.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed