Wakil Ketua DPR Soroti Kasus Keracunan MBG di Bogor dan Papua
Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali muncul di Bogor, Jawa Barat, dan Papua. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, menyoroti peristiwa ini dan mengusulkan agar orang tua dapat menempuh jalur hukum jika anaknya mengalami gangguan kesehatan akibat MBG.
Yahya menyampaikan keprihatinan atas keracunan yang dialami guru dan siswa di berbagai daerah serta mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional (BGN) membenahi dapur yang tidak sesuai petunjuk teknis.
"BGN telah membuat kebijakan bersih-bersih baik di kalangan internal maupun telah menutup 883 dapur, memberhentikan 137 kepala SPPG dan menemukan 144 dapur yang tetap dibayar walaupun tidak beroperasi. Langkah tersebut patut diberikan apresiasi," ujar Yahya, Sabtu (8/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Ia menegaskan BGN memberikan perhatian penuh pada kinerja kepala SPPG dan memberi sanksi tegas bagi yang melanggar.
"Karena mereka yang paling bertanggung jawab atas keamanan makanan supaya tidak terjadi kasus keracunan. Bagi mereka yang bersalah langsung diberikan sanksi diberhentikan," kata Yahya.
Politikus Golkar ini juga mendorong investigasi menyeluruh serta pemberian peringatan terkait masa layak konsumsi MBG agar tidak dikonsumsi melebihi waktu tertentu.
Yahya menambahkan, "Jika ada orang tua yang keberatan terhadap kasus keracunan makanan yang menimpa anaknya, orang tua tersebut dapat menuntut secara hukum karena telah dirugikan kesehatannya sehingga anaknya terkena penyakit. Apakah kasus keracunan merupakan tindak pidana atau bukan, serahkan kepada aparat penegak hukum."
Lebih lanjut, ia mendesak pengawasan ketat dengan melibatkan sekolah, orang tua, dan dinas kesehatan setempat serta sanksi keras bagi SPPG yang menyebabkan keracunan.
"Pengawasan harus dilakukan secara ketat dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua, dan dinas kesehatan setempat. SPPG yang mengakibatkan keracunan harus diberi sanksi yang tegas dengan diberhentikan," ujar Yahya.
Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono mencopot kepala SPPG di Jayapura, Papua, terkait kasus keracunan di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.
"Ini fatal. Sudah langsung kami suspend, kami copot kepala SPPG-nya," kata Sudaryono seusai rapat di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8), dilansir dari Detikcom.
BGN mengirim tim ke Jayapura untuk menyelidiki penyebab keracunan ratusan siswa setelah mengonsumsi MBG.
"Sejauh ini investigasi sementara mereka masaknya kecepetan ya. Ini kita berpacu melawan waktu bagaimana caranya, intinya memastikan tidak boleh ada keracunan lagi. Tidak boleh lagi," jelas Sudaryono.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow