TPIA Perluas Bisnis Otomotif dengan Akuisisi Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memperluas diversifikasi bisnisnya dengan mengakuisisi Cycle & Carriage (C&C), jaringan dealer kendaraan di Singapura dan Malaysia, dari Jardine Cycle & Carriage senilai sekitar S$265 juta, seperti dikutip dari Bloombergtechnoz.
Langkah ini menambah dimensi baru pada bisnis TPIA yang selama ini fokus di petrokimia. Akuisisi mencakup merek-merek kendaraan seperti Mercedes-Benz, Mitsubishi, dan Peugeot di wilayah tersebut.
Hingga kuartal II-2026, TPIA mencatat pendapatan US$5,3 miliar, meningkat signifikan dari US$2,9 miliar tahun sebelumnya, serta laba bersih US$283 juta yang sebagian besar didukung oleh operasional kilang minyak.
Pengamat pasar modal Teguh Hidayat menyatakan bahwa ekspansi ini mulai menggeser sumber pertumbuhan TPIA, meski kontribusi bisnis otomotif C&C masih perlu waktu untuk terlihat secara nyata dalam kinerja keuangan perusahaan.
Dari segi valuasi, harga saham TPIA sekitar Rp2.000 per saham saat ini belum bisa dikategorikan undervalued walaupun lebih rendah dibanding harga sebelumnya yang mencapai Rp7.000 per saham.
Dengan PER tahunan 17,1 kali dan PBV 2,4 kali pada harga Rp2.000, Teguh menilai wajar jika saham TPIA baru dianggap murah pada kisaran Rp900 hingga Rp1.000 per saham dengan margin of safety 35%.
"Situasi TPIA mulai membaik di 2026 dan berpotensi terus meningkat jika ekspansi berhasil meningkatkan pendapatan," ujar Teguh.
Analis Panin Sekuritas, Sarkia Adelia, menambahkan bahwa akuisisi ini mempercepat diversifikasi TPIA ke bisnis nonpetrokimia sekaligus memperluas platform mobilitas perseroan.
C&C memiliki nilai buku dan aset tangible bersih sebesar S$370 juta per semester I-2026, sehingga nilai akuisisi yang lebih rendah diperkirakan dapat memberikan keuntungan satu kali sekitar S$100 juta bagi TPIA.
Sarkia juga memperkirakan platform mobilitas, termasuk bisnis Esso dan C&C, dapat menambah pendapatan sebesar US$150 juta hingga US$200 juta per tahun. Selain itu, inisiatif lain seperti rejuvenasi kilang, infrastruktur, dan kimia chlor-alkali juga berpotensi menambah pendapatan bersih tahunan secara signifikan.
Jika semua inisiatif mencapai kondisi stabil, tambahan laba bersih dapat mencapai US$450 juta hingga US$550 juta per tahun, hampir dua kali lipat laba bersih TPIA pada semester I-2026.
Meski optimis, Sarkia menekankan pentingnya pengelolaan leverage perusahaan secara hati-hati di tengah ekspansi agresif ini, sesuai penegasan manajemen soal disiplin dalam alokasi modal.
Rekomendasi saham TPIA dari Sarkia adalah beli dengan target harga Rp3.000 per saham. Konsensus analis Bloomberg juga cenderung positif dengan tiga rekomendasi beli dan dua hold, tanpa ada rekomendasi jual, serta target harga konsensus di Rp3.192 per saham.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow