Gubernur Fed St. Louis Tegaskan Pentingnya Kendalikan Inflasi di Atas Target
Gubernur Federal Reserve Bank wilayah St. Louis, Alberto Musalem, menyatakan bahwa inflasi yang melewati target 2% tidak bisa ditoleransi sambil menunggu pertumbuhan produktivitas lebih kuat, dalam pidato di São Paulo, Kamis.
Ia menekankan pentingnya kebijakan moneter yang mengendalikan inflasi inti secara signifikan daripada membiarkan inflasi agak lebih tinggi demi pertumbuhan produktivitas masa depan, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Kontribusi bank sentral menurut Musalem adalah menciptakan stabilitas harga yang memungkinkan perencanaan investasi dan inovasi bisnis.
Pada pertemuan The Fed 28-29 Juli, suku bunga dipertahankan, meski tiga pembuat kebijakan ingin menaikkannya. Musalem, yang tidak memiliki hak suara tahun ini, lebih memilih kenaikan seperempat poin dan menganggap penjualan obligasi Treasury setelah pertemuan sebagai peringatan penting untuk menjaga kredibilitas bank sentral.
Gubernur The Fed Kevin Warsh dan ekonom lain menyebut kecerdasan buatan bisa meningkatkan produktivitas dan menekan inflasi dalam jangka panjang, namun waktunya masih belum pasti.
Musalem menyadari kebijakan moneter ketat dapat memperlambat inovasi dan produktivitas, namun ia memperingatkan agar kepercayaan publik terhadap kemampuan The Fed mengendalikan inflasi tidak diremehkan.
"Bank sentral yang dianggap menoleransi inflasi di atas target demi janji lonjakan produktivitas di masa depan dapat membahayakan jangkar kepercayaan tersebut," ujar Musalem. Ia menekankan kredibilitas yang hilang sulit dan mahal untuk dipulihkan.
Para pembuat kebijakan akan segera menerima data pasar tenaga kerja dan inflasi terbaru.
Dalam sesi tanya jawab, Musalem menyebut guncangan pasokan dan permintaan yang dipicu kecerdasan buatan sebagai faktor inflasi. Ia memaparkan dua skenario: inflasi mereda jika tarif dan harga minyak turun, atau inflasi menetap di kisaran 2,5%-3% atau lebih tinggi.
"Menurut pandangan saya, skenario kedua ini memerlukan tingkat suku bunga yang sedikit lebih tinggi untuk mengatasinya," ujar Musalem.
Ia juga akan memantau inflasi bulanan yang turun di bawah 0,2% sebagai tanda bisa kembali ke target 2%. Ekspektasi inflasi saat ini masih sesuai target, namun ada kewaspadaan terhadap risiko ekspektasi terlepas dari stabilitas.
Musalem juga memperingatkan potensi guncangan pasokan baru akibat dampak El Niño pada musim gugur di Amerika Serikat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow