Senat AS Sahkan RUU Sanksi Baru terhadap Rusia dan Mitra Dagang Utama

Smallest Font
Largest Font

Senat Amerika Serikat mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) sanksi baru yang komprehensif terhadap Rusia, termasuk pemberian wewenang tarif hukuman untuk China, India, dan pembeli utama minyak serta gas Rusia lainnya, serta memperpanjang sanksi terhadap Iran, dilansir dari Bloombergtechnoz. RUU ini mendapatkan dukungan bipartisan dengan perolehan suara 86 lawan 11 dan diperjuangkan oleh mendiang Senator Lindsey Graham dari South Carolina yang meninggal bulan lalu setelah kunjungan ke Ukraina. RUU ini memberikan wewenang kepada Presiden AS untuk mengenakan tarif sebesar 100% terhadap lima pembeli terbesar minyak mentah dan gas alam Rusia serta lima negara yang membantu Rusia menghindari sanksi energi.

Senator Darline Graham, yang menggantikan kursi saudaranya, menyatakan, "RUU ini menyerang Putin di titik yang paling menyakitkan."

Cakupan RUU ini dipersempit dari versi sebelumnya guna mendapatkan dukungan Presiden Donald Trump, yang sebelumnya lebih memilih menjual senjata ke Ukraina dengan dukungan sekutu Eropa. Namun, beberapa anggota parlemen menilai RUU ini bisa digunakan Trump untuk memberlakukan tarif luas terhadap mitra dagang utama seperti China dan India. Senator Rand Paul mengajukan amandemen untuk memblokir tarif tersebut yang akhirnya gagal.

Gedung Putih telah menegosiasikan ketentuan pengecualian yang memberikan fleksibilitas kepada presiden untuk tidak menjatuhkan sanksi, sehingga masih dipertanyakan implementasi wewenang baru ini oleh Trump. RUU juga memperpanjang Undang-Undang Sanksi Iran tahun 1996 hingga 2031, yang memberlakukan sanksi ekonomi sekunder terhadap perusahaan non-AS yang berbisnis dengan Iran.

RUU mengizinkan presiden memberlakukan tarif seragam sebesar 500% terhadap barang Rusia yang diimpor ke AS dengan masa berlaku lima tahun. Trump sebelumnya pernah menerapkan tarif 25% terhadap produk India sebagai respons pembelian energi Rusia, namun mencabutnya demi kesepakatan perdagangan yang lebih luas. China tetap terbebas dari sanksi serupa untuk menghindari ketegangan perdagangan dengan Beijing.

AS sudah menjatuhkan berbagai sanksi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, namun pengecualian dan celah hukum memungkinkan Rusia terus menjual sumber dayanya ke pasar global demi menghindari dampak negatif ekonomi dunia.

Senator Chris Murphy dari Connecticut mengingatkan, "Jika ia terus melegitimasi dan menjalin hubungan akrab dengan Vladimir Putin, sanksi tidak akan menyelesaikan masalah yang mendasar."

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow