Perusahaan Tambang Besar di Indonesia Kembangkan Tambang Baru untuk Tambah Cadangan
Sejumlah perusahaan pertambangan besar di Indonesia tengah mengembangkan tambang baru untuk menambah cadangan dan sumber daya komoditas mereka, dilansir dari Bloombergtechnoz.
PT Vale Indonesia Tbk saat ini melakukan eksplorasi di tambang Tanamalia, Sorowako, Sulawesi Selatan, dengan luas izin usaha pertambangan khusus (IUPK) 13.556 hektare. Jika kandungan nikel cukup memadai, konstruksi akan dimulai pada 2027-2028 dan penambangan pada 2031.
Sebagai pelengkap, proyek smelter high pressure acid leach (HPAL) akan dibangun bersama mitra dari perusahaan otomotif Eropa, yang sebelumnya menyatakan minat bekerja sama dalam ekosistem baterai kendaraan listrik.
PT Freeport Indonesia tengah mengembangkan tambang bawah tanah Kucing Liar di Grasberg, Papua, untuk menggantikan tambang Deep Mill Level Zone (DMLZ) yang produksinya menurun.
Freeport-McMoRan Inc. melaporkan cadangan tembaga yang dapat diekstraksi di Kucing Liar hingga 2041 diperkirakan naik menjadi 8 miliar pon dan emas 8 juta ons, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Produksi rata-rata pada kapasitas penuh diprediksi mencapai 750 juta pon tembaga dan 735.000 ons emas, naik 35% dari perkiraan awal.
Freeport telah menginvestasikan sekitar US$1,4 miliar hingga Juni 2026 untuk pengembangan tambang ini dan merencanakan investasi tambahan US$4 miliar hingga 2033.
PT Merdeka Copper Gold Tbk mengembangkan tambang emas Pani di Gorontalo dengan konsesi 14.670 hektare. Tambang ini mulai beroperasi Oktober 2025 dan menghasilkan emas pertama pada kuartal I-2026.
Tambang Pani di fase awal menggunakan teknologi heap leach dengan kapasitas 8 juta ton bijih per tahun, dan akan dikembangkan fasilitas pengolahan carbon in leach (CIL) kapasitas 12 juta ton per tahun mulai 2029. Produksi emas pada 2026 ditargetkan 110.000-115.000 ons, dan cadangan bijih emas naik menjadi 190,3 juta ton.
PT United Tractors Tbk telah menyelesaikan transaksi pengalihan kepemilikan tambang emas Doup di Sulawesi Utara, yang masih dalam tahap konstruksi dengan luas 4.000 hektare dan perkiraan cadangan emas 1,6 juta ons.
PT Amman Mineral Internasional Tbk melaporkan peningkatan cadangan bijih tembaga dan emas di tambang Cebakan Elang, Sumbawa, NTB, dari 1,4 miliar menjadi 2,5 miliar metrik ton. Kandungan tembaga naik 71% dan emas 76% dibanding sebelumnya.
Penambangan di Cebakan Elang direncanakan berlangsung setelah operasi di tambang Batu Hijau selesai pada 2030, dengan pemanfaatan fasilitas pengolahan dan smelter yang sudah ada.
PT Bumi Resources Mineral juga mengembangkan tambang emas Linge di Aceh dengan wilayah konsesi 36.420 hektare. Saat ini perusahaan melakukan pengeboran, survei elektromagnetik, dan studi kelayakan. Total sumber daya diperkirakan 6,8 juta ton bijih dengan kadar emas rata-rata 1,58 gram per ton dan perak 7,07 gram per ton.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow