Republik Naoero Resmi Ganti Nama dari Nauru untuk Kembalikan Identitas Asli

Smallest Font
Largest Font

Negara kepulauan di Samudra Pasifik yang sebelumnya dikenal sebagai Nauru resmi berganti nama menjadi Republik Naoero. Pergantian nama ini bertujuan mengembalikan nama asli sesuai ejaan dan pelafalan bahasa nasional mereka, disertai perubahan kode internasional dari NRU menjadi NRO.

Selain itu, sebutan untuk warga negara juga berubah dari Nauruan menjadi dei-Naoero. Nama Naoero diucapkan "Now-ero", berbeda dengan pelafalan Nauru yang dikenal sebagai "Now-roo".

Presiden Republik Naoero, David Adeang, menyatakan, "Perubahan yang diusulkan ini bertujuan untuk lebih menghormati warisan bangsa kita, bahasa kita, dan identitas kita." Pernyataan ini dikutip dari The Guardian, Rabu (5/8/2026).

Pemerintah setempat memutuskan tidak mengadakan referendum karena menilai nama Naoero tidak pernah hilang dari identitas masyarakat. "Meskipun referendum dimaksudkan untuk menentukan kehendak rakyat, nama Naoero tidak pernah hilang, melainkan menunggu untuk sepenuhnya diterima," ujar pernyataan resmi pemerintah.

Nama Naoero sudah digunakan pada lambang negara dan diakui dalam konstitusi. Negara ini memiliki sekitar 12 ribu penduduk, menjadikannya negara berpenduduk paling sedikit ketiga di dunia setelah Vatikan dan Tuvalu.

Selain jumlah penduduk, Naoero juga tercatat sebagai negara terkecil ketiga di dunia setelah Vatikan dan Monako. Negara ini pernah dijajah oleh Jerman dan kemudian berada di bawah administrasi Australia sebelum merdeka pada 1968.

Pada era 1970-an, negara ini pernah mengalami masa kejayaan ekonomi berkat tambang fosfat yang melimpah.

Meski jarang dikenal sebagai destinasi wisata, Naoero memiliki beberapa daya tarik. Menurut informasi dari Pacific Tourism Organisation, Anibare Bay menawarkan hamparan pasir putih halus yang indah dengan laut biru jernih Samudra Pasifik.

Daerah Topside yang dikenal sebagai "landskap bulan di Bumi" dulunya merupakan lokasi penambangan fosfat dengan permukaan menyerupai bulan.

Di Command Ridge & World War II Route, titik tertinggi negara ini pada ketinggian sekitar 71 meter di atas permukaan laut, terdapat situs peninggalan militer Jepang dari era Perang Dunia II seperti meriam, bunker, dan pusat komunikasi bekas.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed