Aktor Senior Diding Boneng Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Asma

Smallest Font
Largest Font

Aktor senior Zainal Abidin yang dikenal sebagai Diding Boneng meninggal dunia pada Senin pagi, 3 Agustus 2026, sebagaimana diumumkan oleh sanggar tempat ia mengajar.

Dalam pesan duka yang beredar disebutkan, "Innalillahi wainnaillahi rojiun... Telah berpulang ke rahmatullah, sahabat kami, Diding ZeTa pada pagi ini. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT.

Dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Selamat jalan bung Diding."

Belum ada keterangan resmi dari keluarga terkait penyebab kematian Diding Boneng, namun diketahui dalam beberapa bulan terakhir ia berjuang melawan asma dan sempat dirawat di rumah sakit.

Asma adalah penyakit kronis yang menyebabkan peradangan dan penyempitan saluran napas sehingga penderita kesulitan bernapas. Kondisi ini bisa memicu serangan asma berat yang berpotensi mengancam nyawa, menurut Detik Health.

Dikutip dari Healthline, serangan asma berat dapat menyebabkan kekurangan oksigen dalam tubuh dan bahkan berhenti bernapas jika tidak mendapatkan pertolongan medis segera.

Pasien asma disarankan memiliki rencana penanganan yang jelas, rutin menggunakan obat sesuai anjuran dokter, dan segera mencari pertolongan darurat bila gejala memburuk.

Gejala serangan asma yang perlu diwaspadai meliputi batuk atau mengi, dada terasa berat, sesak napas, kesulitan berbicara, serta bibir atau kuku berubah warna menjadi kebiruan atau keabu-abuan.

Seseorang harus segera mendapatkan pertolongan medis jika gejala tidak membaik setelah menggunakan obat asma dan mengalami kesulitan bernapas yang berat.

Sebelum serangan berat, penderita biasanya mengalami tanda peringatan seperti gejala yang sering muncul, kebutuhan inhaler meningkat, dan gangguan tidur akibat gejala asma.

Beberapa faktor risiko kematian akibat asma termasuk asma yang tidak terkontrol, riwayat serangan berat, fungsi paru yang menurun, dan penggunaan ventilator sebelumnya. WHO mencatat sebagian besar kematian akibat asma terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, serta meningkat seiring usia.

Untuk mencegah serangan asma berat, penderita dianjurkan mengikuti rencana pengobatan yang disusun dokter, menghindari pemicu asma seperti polusi, alergen, asap rokok, dan infeksi saluran pernapasan, serta rutin kontrol ke dokter untuk evaluasi kondisi.

Dengan pengobatan tepat dan kontrol faktor pemicu, penderita asma bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik dan mengurangi risiko serangan yang mengancam nyawa, dilansir dari Detik Health.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: health.detik.com without altering the facts of the original article.
Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed