IDI Proses Etik Dokter Diduga Hina Pasien BPJS di Medsos
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tengah menunggu proses pemeriksaan etik terhadap dokter yang diduga menghina pasien BPJS melalui media sosial, dengan penanganan kasus oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI, dilansir dari Detik Health.
Proses awal pemeriksaan dimulai dengan klarifikasi terhadap dokter yang bersangkutan sebelum masuk ke sidang etik.
"Ini akan diselesaikan oleh MKEK. Kalau memang ada indikasi kesalahan, sebelum dilakukan persidangan kami akan melakukan pemanggilan sejawat untuk klarifikasi atau tabayyun. Setelah dinilai, baru masuk ke dalam pemeriksaan etik untuk dilihat seberapa besar kesalahannya," ujar Wakil Ketua Umum IDI, dr Wiweka.
Majelis etik akan menilai tingkat pelanggaran yang dilakukan, mulai dari kategori ringan hingga sangat berat sebagai dasar penentuan sanksi.
"Ada yang bersifat ringan, sedang, berat, sampai sangat berat. Tentunya sanksi dalam rangka pembinaan terhadap profesi dokter tersebut, tergantung hasil penilaian dari majelis etik," tambah dr Wiweka.
Tujuan utama pemberian sanksi adalah membina dokter agar tetap menjalankan profesinya sesuai etika kedokteran, bukan semata-mata untuk menghukum.
Berdasarkan Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) 2025, penanganan pelanggaran etik mengedepankan pembinaan demi menjaga keselamatan pasien dan martabat profesi.
Sanksi etik yang dapat dijatuhkan meliputi teguran atau peringatan tertulis untuk pelanggaran ringan. Jika pelanggaran lebih serius atau tidak ada perbaikan, MKEK bisa menjatuhkan skorsing keanggotaan sementara.
Sanksi terberat adalah pemberhentian tetap dari keanggotaan IDI.
Sejak Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan berlaku, sanksi etik dari organisasi profesi tidak otomatis mencabut Surat Izin Praktik (SIP). Tindakan administratif terkait izin praktik menjadi kewenangan pemerintah.
Kasus ini bermula dari curhat seorang pasien BPJS yang menunggu 8 jam untuk rawat inap, yang kemudian mendapat hujatan dari sejumlah tenaga kesehatan. Pasien tersebut dikabarkan meninggal tak lama setelah curhatnya viral, dan makian berbalik ke tenaga kesehatan yang sempat menghina.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow