BOJ mengisyaratkan risiko inflasi lebih tinggi dan percepatan suku bunga
Bank of Japan mengisyaratkan risiko inflasi lebih tinggi setelah membahas ringkasan pandangan dewan dari pertemuan 30-31 Juli, dengan satu anggota menyebut kenaikan suku bunga kebijakan dapat lebih cepat dari ekspektasi pasar. Dalam ringkasan tersebut, BOJ mempertahankan suku bunga kebijakan di level 1% dan mengisyaratkan kemungkinan menaikkannya pada September, sambil menilai dampak pelemahan yen terhadap harga dan pertumbuhan ekonomi, dilansir dari Bloombergtechnoz. Sikap itu muncul tak lama setelah otoritas Jepang melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menopang yen dengan bantuan mitra AS, sementara mata uang Jepang melemah ke level terendah dalam 40 tahun terhadap dolar pada bulan lalu.
“Dengan inflasi CPI yang mendasari mendekati 2% dan perhatian yang lebih besar perlu diberikan pada risiko kenaikan harga dibandingkan sebelumnya, dapat dipertimbangkan bahwa laju kenaikan suku bunga kebijakan akan lebih cepat dari ekspektasi pasar,” kata salah satu dari sembilan anggota dewan, menurut ringkasan pertemuan 30-31 Juli yang dirilis pada Senin, dilansir dari Bloombergtechnoz.
BOJ, kata ringkasan itu, akan mencermati efek pelemahan yen terhadap inflasi impor dan risiko terhadap stabilitas pasar keuangan global, di tengah kekhawatiran atas pergeseran kurs yang terjadi bulan lalu. “Dalam melakukan hal tersebut, kondisi saat ini memerlukan perhatian yang semestinya terhadap risiko kenaikan dalam tren harga yang mendasari,” kata anggota tersebut, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Selain itu, ringkasan menyinggung kebutuhan mencegah penyimpangan inflasi ke arah atas ketika lingkungan global memasuki fase kenaikan suku bunga, serta perlunya pendekatan yang responsif terhadap perubahan kondisi keuangan luar negeri. “BOJ perlu menerapkan pendekatan yang gesit dalam merespons faktor-faktor seperti perubahan kondisi keuangan luar negeri dan membahas besaran kenaikan suku bunga, alih-alih terpaku pada laju kenaikan suku bunga tertentu,” kata anggota tersebut, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Ringkasan itu juga mencatat bahwa meskipun tingkat suku bunga netral tidak bisa ditentukan secara pasti, BOJ perlu menaikkan suku bunga kebijakan yang saat ini berada di bawah batas bawah kisaran estimasi secara luas. “Untuk membangun landasan bagi normalisasi kebijakan moneter dan memastikan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan kebijakan,” kata salah satu anggota dewan, dilansir dari Bloombergtechnoz. Bloombergtechnoz melaporkan ringkasan tidak memuat siapa yang menyampaikan tiap pandangan dalam rapat, sementara BOJ memperkirakan tingkat suku bunga netral berada di kisaran 1,1% hingga 2,5%.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow